RADAR JOGJA - Jika biasanya warung nasi buka di pinggir jalan raya, di Jawa Tengah ada fenomena berbeda.
Warung nasi di Jawa Tengah ini didirikan di atas gunung dan buka 24 jam penuh.
Lokasinya yang ada di puncak gunung itulah yang membuatnya dijuluki sebagai warung nasi terekstrem di Jawa Tengah.
Menurut informasi dari para pelanggan, warung nasi itu buka setiap hari.
Tutupnya hanya di momen-momen tertentu, seperti saat Idul Fitri karena penjualnya akan turun gunung selama beberapa hari.
Warung nasi itu buka sendirian karena tidak ada penjual lain di sekitar situ.
Meski ekstrem, namun setiap harinya warung nasi di Jawa Tengah itu mampu melayani 300 hingga 400 orang.
Karena ada di atas gunung, warung nasi itu dibangun dengan bentuk dan bahan seadanya.
Bagian temboknya hanya berupa kayu yang tidak dilapisi cat warna apa pun.
Pemiliknya tidak sendirian karena dibantu dua kerabat dekatnya dengan tugas masing-masing.
Dalam sejarahnya, warung tersebut ternyata sudah ada sejak 1980-an untuk melayani para peziarah.
Pasalnya, gunung tersebut merupakan tempat yang disucikan oleh masyarakat Jawa Tengah.
Namun saat ini tidak hanya peziarah saja yang bisa menjadi pelanggan di warung nasi tersebut.
Pasalnya, tempat telah menjadi salah satu lokasi favorit bagi para pendaki gunung.
Nama warung nasi terekstrem di Jawa Tengah itu adalah Warung Mbok Yem yang ada di Gunung Lawu.
Lokasinya berada di ketinggian 3.150 mdpl atau selisih sekitar 115 mdpl dari puncak.
Setiap malam, Warung Mbok Yem sering dipakai pendaki untuk tidur karena tidak membawa tenda.
Maka dari itu, setiap hari Warung Mbok Yem selalu ramai karena menjadi tujuan para pendaki yang tidak membawa bekal.
Bahkan banyak yang sengaja tidak membawa bekal agar bisa menikmati cita rasa pecel di Warung Mbok Yem.
Gunung Lawu terletak di antara Magetan, Ngawi, dan Karanganyar.
Puncaknya yang bernama Hargo Dumilah sering dijadikan tempat ziarah karena memiliki petilasan yang disebut Hargo Dalem.
Konon petilasan itu dibangun saat Majapahit masih berdiri, sehingga disakralkan sampai saat ini.
Di sekitarnya juga terdapat petilasan tempat bertapa Raja Majapahit, Brawijaya V.
Itulah kisah warung nasi terekstrem di Jawa Tengah yang buka 24 jam dan sendirian di atas gunung.