RADAR JOGJA - Kurator Arsita Pinandita menyebut, tren couple date pada pameran Nandur Srawung terus ada. Terlebih data pameran dikemas dengan populer.
"Itu dimulai sejak 2018. Karena sebelumnya pameran Nandur Srawung itu kalau orang yang datang ke pameran itu terkesan winggit (angker)," ujar panitia pelaksana pameran Nandur Srawung di Taman Budaya Yogyakarta kemarin (1/9).
Berdiri sejak 2014, target dari Nandur Srawung semakin terseleksi menjadi anak-anak muda. Terlebih dengan adanya tren couple date yang terjadi karena sudut pandang anak muda. Mereka menganggap pameran sebagai ajang pamer di media sosial.
"Mungkin dulu orang pamer itu dengan kekayaan. Tapi sekarang mereka lebih pamernya seperti berkunjung ke tempat-tempat yang bisa di-upload di sosial media mereka secara bersamaan," ungkapnya.
Tren sepert itu menurut Arsita sudah menjamur ke seluruh dunia. Dan fenomena pamer ke sosial media itu muncul sejak adanya tren FOMO. "Tren seperti itu sebenarnya bikin sedih juga. Karena mereka datang itu tidak melihat senimannya atau karya seninya tapi malah berfoto," lontarnya.
Para penggunjung yang hanya mementingkan foto daripada penikmat seni, disebut Arsita lebih banyak.
"Ya sekarang kebutuhannya sudah berbeda. Teman-teman sadar untuk membuat orang senang dengan seni itu dengan cara membuat wahana rekreasi biar bisa dibuat foto dan sebagainya," ucapnya.
Arsita turut menyayangkan hal tersebut. Sebab menurutnya, pameran seni mempunyai muatan emosional, dan memiliki pesan yang ingin disampaikan oleh seniman. "Kami mengurator karya berhari-hari dan orang datang hanya berfoto saja itu awalnya sedih," tuturnya.
Namun Arsita juga menyebut orang datang berfoto ke suatu pameran itu adalah salah satu cara edukasi karya seni ke publik. Sebab rata-rata mereka datang dan mengajak teman-temanya. Sehingga mereka bisa melihat dan membaca arti karya tersebut.
"Rata-rata yang datang itu mereka bikin konten sendiri. Dan itu juga menjadi keuntungan kami. Sebab dari mereka, secara tidak langsung mereka juga mengedukasi karya seni ke masyarakat. Dan itu juga membantu promosi pameran," tandasnya. (ayu/eno)
Editor : Satria Pradika