Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Museum Date : Ikuti Tren, Jadi Ajang Menunjukkan Kelas Sosial

Fahmi Fahriza • Sabtu, 2 September 2023 | 13:45 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Museum date saat ini jadi salah satu lifestyle yang digandrungi anak-anak muda. Hanya saja, tren tersebut bisa jadi berganti tren yang lain menyesuaikan ragam perkembangan yang terjadi.

"Ada transisi juga dari tujuan wisata yang umumnya ke alam atau ke mal, jadi ke galeri seni seperti saat ini," ungkap Kepala Departemen Filsafat dan Sosiologi Pendidikan Prodi Kebijakan Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNY Ariefa Efianingrum Jumat (1/9/23).

Dari pengamatannya, Ariefa menilai bahwa anak-anak muda tersebut memilih mengikuti tren karena alasan Fear Of Missing Out (FOMO) atau rasa takut merasa tertinggal karena tidak mengikuti aktivitas tertentu.

"Ada dorongan karena takut ketinggalan, dan anak-anak muda juga memanfaatkan ruang itu konten media sosial mereka," ujar dosen yang juga salah satu pengurus Ikatan Sosiologi Indonesia wilayah DIJ tersebut.

Ariefa mengklaim, wajar bagi anak-anak muda untuk melakukan pencarian identitas dan eksistensi. Sebab dari sudut pandang sosiologi, hal itu juga bisa untuk menunjukkan kelas sosial mereka dalam hal mobilitas sosial.

Ariefa Efianingrum.Fahmi Fahriza/Radar Jogja 
Ariefa Efianingrum.Fahmi Fahriza/Radar Jogja 

Salah satu sisi positifnya adalah, tren tersebut ikut mempromosikan salah satu wisata atau minat alternatif di DIJ. Sehingga seniman terus menghasilkan karya untuk mengisi ruang pameran.

"Kecenderungannya apa-apa ditunjukkan di media, itu seperti ruang baru, dan memang masa dan eranya digital," lontarnya.

Selain itu, jika dilihat dari segi ekonomisnya, pemilihan galeri seni atau museum juga cenderung lebih murah dan ideal. "Bila dibandingkan ke mall atau ke cafe," tuturnya.

Ariefa membeberkan, secara umum usia tidak terlalu berpengaruh dalam keputusan untuk mengunjungi museum atau pameran. "Poinnya di kepentingan memaknai media sosial itu untuk apa, misalnya saya itu untuk promosi dan arsip. Bukan lagi untuk mencari atensi dan konten," tandasnya. (iza/eno)

Editor : Satria Pradika
#FIPP #fomo #museum date