Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Museum Date Dipilih Pasangan Muda untuk Hindari FOMO

Annissa Alfi Karin • Sabtu, 2 September 2023 | 13:30 WIB
NGETREN: Pengunjung mengamati karya Instalasi Jompet Kuswidananto saat pameran seni Dream Express: Personalized History of Mysticism di Galleri Tirtodipuran link, Mantrijeron, Jogja Jumat (1/9/23).
NGETREN: Pengunjung mengamati karya Instalasi Jompet Kuswidananto saat pameran seni Dream Express: Personalized History of Mysticism di Galleri Tirtodipuran link, Mantrijeron, Jogja Jumat (1/9/23).

RADAR JOGJA - Seiring berkembangnya zaman, museum tak lagi hanya digunakan sebagai tempat menyimpan barang-barang kuno. Museum yang kebanyakan menawarkan beragam informasi sejarah ini, justru dimanfaatkan oleh anak muda untuk menghasilkan foto-foto yang estetik. Selain itu, kini museum juga kerap kali menjadi tempat kencan atau istilah ngetrennya museum date.


Kencan dengan konsep ini, juga tidak hanya dilakukan di museum saja. Pun berlaku untuk gelaran pameran seni. Museum date semakin banyak dipilih kalangan muda, untuk menghindari Fear of Missing Out (FOMO) atau takut ketinggalan tren.


Seperti yang dilakukan oleh pasangan April dan Viky. April mengaku museum menjadi salah satu lokasi favoritnya saat berkencan. Ini lantaran dia pasangannya, sama-sama memiliki ketertarikan dengan cerita sejarah dan hal-hal yang berbau masa lalu. Selain mengabadikan momen, saat berkencan di museum keduanya bisa sama-sama memenuhi hasrat hobinya akan dunia sejarah.


"Kebetulan kita sama-sama interest dengan sejarah. Jadi, bisa dibilang sering untuk ke museum," kata April saat ditemui pada gelaran Living Museum Kemantren Kraton beberapa waktu lalu.


Beberapa museum yang pernah dia jadikan sebagai lokasi museum date di antaranya Museum Sonobudoyo, Monumen Jogja Kembali, dan Museum Gunung Merapi. Sementara itu, Viky mengaku juga hobi membaca cerita sejarah. Saat datang ke museum juga dia tak hanya sekadar berfoto atau melihat-lihat benda-benda kuno yang bersejarah. Dia meyakini dari setiap benda yang dipamerkan di museum menyimpan pembelajaran di dalamnya. "Yang ada di museum itu juga sejatinya kan barang-barang sejarah semua, dan itu pasti ada maknanya. Misal kita main ke Museum Merapi, pasti ada barang-barang yang terkutip di situ. Ini ada di tahun berapa, hal-hal seperti itu," kata Viky.


Menurut Viky, kencan di museum tak hanya membuang waktu dan berfoto. Berkunjung ke museum justru bisa melanggengekan sejarah. Hal ini mengingat siapa lagi yang akan melestarikan sejarah di Indonesia jika bukan anak-anak generasi muda seperti dirinya. "Setidaknya kalau keturunan kita atau regenerasi itu tanya, kita bisa jawab. Ataupun bisa mengantar ke tempatnya," kata Viky.


Sementara itu, pasangan Florentina dan Dimas mengaku, hanya beberapa kali kencan di museum. Utamanya Dimas yang punya ketertarikan pada hal berbau old things. "Kita pernah ke Sonobudoyo, Kraton Jogja, dan Kraton Solo," kata Alma.


Meski demikian, Alma cenderung menyukai pameran ketimbang datang ke museum. Misalnya Artjog, pameran seni yang beberapa waktu lalu baru saja resmi ditutup.
"Sebenarnya kita berdua mencoba semua date ideas. Tapi kalau saya pribadi kurang suka yang pure museum gitu. Kalau yang gelaran pameran seni seperti Artjog gitu masih oke," tandasnya. (isa/eno)

Editor : Satria Pradika
#lifestayle #museum #fomo