RADAR JOGJA - Berkembangnya tren the bloke core ternyata tidak lepas dari budaya fans sepak bola. Peneliti Budaya Fans Sepakbola Fajar Junaedi mengatakan, block core merupakan wujud dari inkorporasi atau penggabungan budaya massa terhadap subkultur fans sepak bola. Kultur fans sepak bola yang dimaksud adalah ultras, hooligan, dan sebagainya.
Dia menjelaskan, fashion bloke core memang kerap digunakan oleh para fans sepak bola ketika tidak ada pertandingan. Dalam menerapkan gaya berpakaian tersebut, penggunanya kerap menggabungkan jersey tim sepak bola kebanggaannya dengan celana dan sepatu bermerek.
Menurut Fajar, sepatu dan celana bermerek Adidas merupakan salah satu brand yang cukup populer dan banyak dipilih oleh pengguna style bloke core. Namun tidak menutup kemungkinan brand ternama lain juga ikut menjadi bagian dari gaya berpakaian tersebut.
"Para fans sepakbola ini berusaha mengikuti perkembangan kekinian yang berkaitan dengan klub, seperti dengan memakai jersey original klub," ujar Fajar kepada Radar Jogja kemarin (18/8).
Menilik perkembangannya, gaya berpakaian ini cukup banyak dilirik oleh anak-anak muda jaman sekarang karena ngetren di media sosial TikTok. Penggunaannya pun tidak hanya pada ketika pertandingan sepak bola saja. Namun bloke core juga diterapkan saat ada kegiatan nongkrong atau jalan-jalan.
Fajar yang juga merupakan Dosen Ilmu Komunikasi UMY ini menilai, daya tarik dari gaya berpakaian seperti ini adalah pada sisi ketidak teraturannya. Hal tersebut bisa menjadi semacam kultur resistensi dari subkultur.
"Kultur yang mulanya subkultur ini ketika populer akan di inkorporasi oleh budaya massa, dalam hal ini industri budaya, menjadi budaya pop," katanya. (inu/eno)
Editor : Satria Pradika