JOGJA - Sebanyak 25 peserta terpilih mengikuti program inkubasi bertajuk Young Entrepreneur Fashion Academy, Fashion Business Coaching. Para peserta dibekali ragam ilmu dan materi dari para mentor yang berlangsung selama dua hari pada 15 dan 16 Agustus di PDIN.
Ketua Tim Inkubasi Young Fashion Wntrepreneur Lia Mustafa mengungkapkan, prlatihan dan inkubasi tersebut diharapkan dapat memberikan jalan untuk anak-anak muda yang punya potensi dan kemampuan untuk lebih maju ke market global.
"Dua puluh lima orang ini diharapkan bisa lebih baik untuk konsep desain hingga hasil dengan taste-nya untuk market global," katanya pada Radar Jogja, Rabu(16/8)..
Lebih lanjut, para peserta nantinya akan mempresentasikan hasil pelatihan inkubasinya pada gelaran Jogja Fashion Week yang akan berlangsung pada November mendatang.
"Kami akan pantau dan terus dampingi para peserta. Jadi, ini program yang berjangka panjang," sambungnya.
Pada tahun depan, dari 25 peserta juga akan dilakukan kurasi kembali untuk belajar lebih banyak dan mendalam dengan para mentor yang lebih expert lagi.
Harapannya, lewat program ini Jogjakarta bisa makin dikenal dalam dunia fashion lewat ragam produk ready to wear hingga ragam turunan mulai dari sepatu hingga ragam perhiasan dan aksesori.
"Semangatnya harus muda sehingga bisa berlari dengan cepat untuk market global," sebutnya optimistis.
Optimisme senada juga disampaikan oleh Ketua Tim Perumus Jogja Fashion Dunia Muhammad Karim. Dia mengungkapkan regenerasi desainer dengan visi industri bisa dilakukan salah satunya lewat program tersebut.
Hal tersebut diyakininya atas proses kurasi yang juga panjang bagi 25 peserta tersebut. "Kurasinya adalah legalitas brand, visi bisnis hingga hasil desain jadi pertimbangan kami," lontarnya.
Karim juga beranggapan, bahwa para peserta sudah memiliki potensi dan kemampuan yang baik, hanya perlu diarahkan lebih lanjut untuk menjangkau market global.
"Potensinya bagu, tinggal diarahkan dan harus bisa berorientasi ke industri global," tutupnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad