Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tips Menulis Cerita Fiksi Agar Lebih Menarik

Reren Indranila • Rabu, 9 Agustus 2023 | 17:32 WIB
PODCAST: Suka baca cerita fiksi namun bosan dengan metode membaca maka bisa dengarkan cerita fiksi lewat podcast di Noice. (NOICE FOR RADAR JOGJA)
PODCAST: Suka baca cerita fiksi namun bosan dengan metode membaca maka bisa dengarkan cerita fiksi lewat podcast di Noice. (NOICE FOR RADAR JOGJA)

RADAR JOGJA - Siapapun tentu saja bisa menulis cerita fiksi, namun tidak semua orang bisa membuatnya jadi menarik. Karena ada beberapa cara yang memang bisa dilakukan untuk membuat cerita fiksi jadi lebih menarik, bagi para pembaca ataupun pendengar. Saat ini cerita fiksi tidak hanya bisa dinikmati dengan dibaca, namun juga didengar melalui podcast.

 

Anda bisa mendengarkan konten cerita fiksi melalui podcast di aplikasi Noice. Untuk genrenya juga sangat beragam, bisa anda sesuaikan dengan genre favorit.

 

Bagaimana Membuat Cerita Fiksi Menarik?

 

Cerita fiksi merupakan cerita yang bersumber dari fantasi atau imajinasi pengarang, di mana di dalamnya terdapat hal-hal yang bersifat tidak nyata atau fantasi semata. Cerita fiksi disebut juga dengan cerita non ilmiah yang dibuat oleh pengarang dengan isi cerita lebih kompleks, tema beragam dan tokoh atau karakter menarik. Beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk membuat cerita fiksi jadi lebih menarik.

 

  1. Tentukan Ide Cerita

 

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan ide cerita terlebih dahulu. Cerita yang menarik tidak selalu tentang hal-hal yang sedang viral, namun lebih kepada pesan apa yang ingin disampaikan melalui cerita tersebut. Anda juga tidak perlu muluk-muluk dan menulis hingga ribuan kata yang justru terkadang bisa membosankan, jika idenya tidak menarik.

 

Ide cerita bisa didapat dari satu kalimat utuh lalu dikembangkan menjadi plot dengan pemilihan karakter dan alur cerita. Tentu saja agar cerita lebih menarik, maka lakukan riset agar bisa menegaskan detail pendukung cerita. Jika tidak ada ide cerita yang jelas, maka penulis fiksi akan kehilangan arah dan membuat cerita yang dibuat malah justru membingungkan para pembaca dan pendengar.

 

  1. Membuat Outline

 

Cara kedua yang harus Anda lakukan adalah membuat outline terlebih dahulu setelah menentukan ide cerita. Meski sebagian orang bisa membuat cerita tanpa outline, namun sebaiknya sebagai pemula maka bisa buat outline agar alur cerita yang dibuat jauh lebih rapi dan punya konsep agar tidak kehilangan arah.

 

Dalam pembuatan outline, kemungkinan di tengah jalan Anda bisa menemukan ide yang menarik dan bisa menambahkan outline tanpa mengganggu jalannya cerita yang sudah ditetapkan.

 

  1. Menciptakan Karakter

 

Selanjutnya tentukan karakter, menentukan karakter tidak boleh dilewatkan sama sekali karena bisa mempengaruhi cerita dan justru bisa membuat menarik karena karakter yang dibuat. Baik karakter utama maupun pendukung sebaiknya harus dibarengi dengan pemilihan karakter yang jelas. Caranya adalah dengan menciptakan kejelasan karakter tersebut tentang siapa tokoh, apa yang diinginkan dalam cerita, dan apa yang akan dilakukan karakter.

 

Karakter yang kuat akan membuat cerita lebih hidup dan membuat pembaca terhubung secara emosional. Dalam proses menciptakan karakter atau tokoh yang menarik, penting bagi Anda untuk membuat perkembangan karakter atau tokoh. Jika Anda merasa kesulitan untuk membuat perkembangan karakter maka bisa membayangkan orang-orang yang ada di kehidupan nyata lalu diadaptasi ke beberapa aspek kepribadian karakter.

 

  1. Membuat Konflik yang Menegangkan

 

Berikutnya dalam sebuah cerita fiksi agar lebih menarik, maka harus ada konflik yang menegangkan. Karena tanpa adanya konflik, cerita fiksi akan terasa hambar dan membuat para pembaca akan merasa bosan karena ceritanya kurang menarik dan tidak ada yang membuat penasaran. Anda harus membuat tantangan dan rintangan yang akan dialami atau dihadapi oleh karakter utama.

 

Tantangan tersebut bisa berasal dari karakter antagonis ataupun konflik internal, bahkan bisa pula bencana alam. Namun meski ingin membuat konflik yang menegangkan agar cerita menarik pastikan konflik tersebut punya tujuan yang jelas dan memberikan konsekuensi bagi karakter serta punya ending yang baik.

 

  1. Gaya Bahasa Menarik

 

Artinya gaya bahasa yang ada di dalam cerita bisa menggugah imajinasi para pembaca. Caranya adalah dengan memilih kata-kata atau kalimat yang mempunyai banyak variasi untuk menciptakan ritme menarik pada tulisan. Anda bisa bermain pada perumpamaan dan metafora, untuk membuat cerita lebih hidup dan memikat.

 

Menulis cerita fiksi di zaman sekarang sebaiknya hindari penggunaan kata-kata klise dan tidak boleh takut untuk bereksperimen, agar bisa menciptakan bahasa yang menarik dan membuat cerita di dalamnya punya efek yang diinginkan.

 

  1. Buat Alur Cerita yang Konsisten

 

Terakhir, Anda juga wajib membuat alur cerita yang konsisten dan mudah diikuti jangan sampai kehilangan arah. Poin-poin krusial yang ada dalam cerita, harus disampaikan dengan jelas dan tidak boleh ambigu untuk membuat pembaca merasa terlibat dan tidak bosan.

 

Masukkan pula dialog autentik sesuai karakter atau kepribadian dari tokoh yang ada di dalamnya. Dialog buat dengan emosi dan konflik serta hubungan antar karakter.

 

 

Sekarang tentu Anda sudah tahu, bagaimana cara membuat cerita fiksi agar lebih menarik di mata para pembaca. Untuk Anda yang suka baca cerita fiksi namun bosan dengan metode membaca maka bisa dengarkan cerita fiksi lewat podcast di Noice. Ada banyak cerita fiksi yang dihadirkan dengan berbagai genre di platform ini dari para host podcast terbaik dalam negeri. Dengarkan podcast dimanapun dan kapanpun. Apalagi kini, Noice sudah tersedia di Google Play Store dan App Store.

Editor : Reren Indranila
#cerita fiksi #noice #Cerita