Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pembalap Drag Bike, Ismonita Permatasari Mahir Urus Jago Petarung

Editor Content • Minggu, 2 Januari 2022 | 20:09 WIB
LAUNCHING: Pemukulan gong oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo sebagai simbol dimulainya gerakan Gasbro, inovasi Dinkes Sleman (31/5).(WULAN YANUARWATI/RADAR JOGJA)
LAUNCHING: Pemukulan gong oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo sebagai simbol dimulainya gerakan Gasbro, inovasi Dinkes Sleman (31/5).(WULAN YANUARWATI/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Memiliki paras cantik, siapa sangka gadis bernama lengkap Ismonita Permatasari sukses dengan bisnis yang disukai kaum laki-laki mayoritas, yaitu ternak ayam jago untuk petarung. Per hari omzet yang didapat hingga mencapai puluhan juta dari 5-7 ekor ayam yang dijual.

Berangkat dari hobi, gadis 23 tahun itu memang sejak lama sudah menyukai bidang ternak. Hewan apapun disukainya. Seiring, orang tuanya memiliki bisnis ternak ayam lebih dulu. Lambat laun, ia mengikuti jejak ayahnya itu. "Basic-nya memang saya suka hewan, hewan apa saja saya suka. Dibarengi bapak punya bisnis yang sama lebih dulu, jadi saya mengikuti karena suka hewan," katanya kepada Radar Jogja.

JARING ATLET: Dua atlet taekwondo putra tengah bertarung di nomor kyuruki ajang Kejurda Taekwondo DIJ 2022 di GOR Amongrogo, Kota Jogja, Minggu (19/6).(ANA R DEWI/RADAR JOGJA)
JARING ATLET: Dua atlet taekwondo putra tengah bertarung di nomor kyuruki ajang Kejurda Taekwondo DIJ 2022 di GOR Amongrogo, Kota Jogja, Minggu (19/6).(ANA R DEWI/RADAR JOGJA)


Anak pertama dari dua bersaudara ini memiliki keseharian tetap ternyata sebagai seorang pembalap drag bike. Bisnis ternak ayam ini, hanya sebatas hobi yang menjadi ladang bisnis baginya. Disela-sela aktivitasnya membalap atau memacu motor di arena balap, Monita sapaan akrabnya itu lebih disibukkan dengan merawat ratusan ekor ayam jago di lahan peternakan miliknya yang beralamat di Ngestiharjo, Kasihan, Bantul."Dari hobi ternak saya nggak ngira malah sampai jadi bisnis saya. Omzet diternak ayam ini sampai puluhan juta," ujarnya.

Khamim Zarkasih Putro - Pengamat Pendidikan UUIN Suka Jogjakarta. Dok Pribadi
Khamim Zarkasih Putro - Pengamat Pendidikan UUIN Suka Jogjakarta. Dok Pribadi


Keuntungan yang didapat mencapai Rp 10 juta setiap menjual ayam antara lima sampai 7 ekor. Dengan catatan adalah ayam dengan kelas menengah ke atas. Untuk ayam jago aduan dengan kemampuan bertarung terbaik maka akan dihargai sangat tinggi. Dari Rp 5 juta sampai Rp 25 juta tergantung prestasi ayam tersebut dan darah turunan yang bagus. "Kadang saya jual dari umur ayam dua minggu saja ada yang Rp 500 ribu sampai Rp1 juta, itu untuk ayam anakan," jelasnya yang menyebut bisnis ini dimulai 3 tahunan ini.

Merawat ayam jago aduan, ternyata diklaim harus memiliki kemampuan khusus. Baik dari segi pemberian makanan, vitamin tambahan, maupun pengetahuan proses metabolisme ayam jago tersebut. Pun ia tidak menargetkan sesuatu, juara Women Indonesian Drag Bike 2018 tersebut tetap akan menekuni bisnis ternak ayam jago petarung ini. Karena selain menjadi kecintaannya memelihara unggas, hobi tersebut telah memberinya banyak keuntungan secara ekonomi.

"Target nggak ada sih, karena memang sebenarnya hobi saja yang penting lancar. Nggak terus muluk-muluk harus laku segini tidak," tambahnya.
Sementara, ia menekuni dunia balap motor dan mobil sejak kecil. Warga Bantul itu juga pernah mengikuti kejuaraan skuter listrik di Italy. Dalam waktu dekat, juga akan memacu motor diarena balap pada Januari ini di Jakarta. "Kalau keseharian utama fokus dibalap, hampir setiap minggu ada. Saya juga banyak prestasinya dibalap, kejuaran nasional hampir mungkin 200 kali lebih," tambahnya. (wia/bah)

  Editor : Editor Content
#drag bike #Jago Petarung