DIBESARKAN di keluarga militer, Kompol Verena Sri Wahyuningsih tumbuh menjadi pribadi yang cinta terhadap institusi penegak hukum. Ya, ayahnya merupakan anggota Kopassus. Hal itulah yang membuatnya berkarir di Kepolisian.Lahir di Bandung, 1 September 1974 silam Verena menceritakan keinginannya masuk ke TNI AD. Namun saat seleksi, ia justru diterima di Kepolisian. Perjalanan karirnya dimulai di Polda DIJ. Ia ditugaskan di Reskrim. Kemudian pernah menjabat sebagai Panit Unit Jatanras, lalu unit Judisila dan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). "Kebetulan saya lahir pas HUT Polwan. Sepertinya sudah digariskan untuk mengabdi di Kepolisian," kata ibu dari Rajendra Adinata Wicaksono.
Sejak tanggal 12 November 2013, ia menjabat sebagai Kapolsek Godean. Satu-satunya kapolsek perempuan di wilayah hukum Polres Sleman, ia merasa mendapat penghargaan tinggi karena bisa menduduki jabatan operasional. Apalagi Verena membawahi beberapa anggota, tentu menjadi kebanggan luar biasa bagi istri dari Cahyo Wicaksono ini. "Bangga dengan amanat ini. Tentu sesuai instruksi pimpinan, saya harus bisa membawa institusi ini ke arah yang lebih baik," ujarnya.Menjadi kapolsek harus pandai membagi waktu. Tugas sebagai abdi negara harus tetap dijalankan secara professional, sedangkan keluarga juga tetap diperhatikan. Keduanya harus seimbang, tanpa meninggalkan tugas pokoknya sebagai anggota Bhayangkara. "Keduanya harus jalan. Tugas Kepolisian harus dijalankan secara professional. Saya rasa itu kuncinya agar keduanya bisa berjalan dengan baik," ungkapnya. (fid/ila) Editor : Editor News