Perbukitan Menoreh Jadi Arena BiosfeRun 2026, Tiga Daerah Perkuat Wisata Olahraga

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:15 WIB
JALUR EKSTREM: Para pelari saat mengikuti ajang lari BiosfeRun dengan rute Perbukitan Menoreh yang melintasi Kulon Progo, Purworejo, dan Magelang, Minggu (18/10). (IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
JALUR EKSTREM: Para pelari saat mengikuti ajang lari BiosfeRun dengan rute Perbukitan Menoreh yang melintasi Kulon Progo, Purworejo, dan Magelang, Minggu (18/10). (IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)

KULON PROGO - Ajang lari lintas alam BiosfeRun 2026 kembali digelar pada Minggu (18/10). Sebanyak 1.174 peserta mengikuti kompetisi yang menantang pelari menaklukkan jalur Perbukitan Menoreh, melintasi wilayah Kulon Progo, Purworejo, dan Magelang.

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) Yusuf Hartanto mengatakan, peserta terbagi dalam tiga kategori jarak. Sebanyak 458 peserta mengikuti kategori 7 kilometer (7K), kemudian 309 peserta pada kategori 15K, dan 407 peserta pada kategori 30K.

Yusuf berharap BiosfeRun dapat mendorong perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan wisata di kawasan Perbukitan Menoreh. Menurutnya, ajang olahraga lintas wilayah ini menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan potensi wisata di tiga daerah yang dilintasi rute lomba.

Baca Juga: Identitas Empat Korban Kecelakaan Suporter PSS Sleman di Tol Madiun Terungkap

BiosfeRun tahun ini juga menghadirkan kategori baru, yakni jarak 30 kilometer. Pelari yang mampu mencapai garis finis sebelum batas waktu pada kategori tersebut berkesempatan memperoleh tambahan dua poin nilai dari International Trail Running Association (ITRA).

“Poin ini menjadi nilai tambah agar nama pelari terdata di basis data ITRA internasional,” ujar Yusuf di sela kegiatan.

Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menilai, wisata olahraga atau sport tourism dapat menjadi salah satu andalan untuk memperkenalkan destinasi di Perbukitan Menoreh. Namun, pengembangannya membutuhkan kerja sama lintas wilayah dan komitmen untuk mengesampingkan ego sektoral.

Menurut Dion, sinergi antardaerah menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi wisata Menoreh. Kawasan tersebut tidak hanya memiliki panorama alam, tetapi juga kekayaan budaya, kuliner khas, dan desa wisata yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik bagi wisatawan.

Baca Juga: Dipaksa Seri saat Injury Time, PSS Sleman Imbangi 2-2 Persebaya Surabaya di GBT

"Perbukitan Menoreh ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya, kuliner yang khas, serta desa-desa wisata yang hidup. Ini adalah potensi luar biasa yang patut terus kami promosikan bersama," bebernya.

Dion berharap kegiatan sport tourism seperti BiosfeRun dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan peserta, tetapi juga pelaku usaha dan masyarakat di sekitar destinasi wisata. (inu)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
BiosfeRun 2026 Perbukitan Menoreh ajang lari kunjungan wisata sport tourism