KULON PROGO - Warga Kulon Progo yang tinggal di wilayah utara bisa bernapas lega. Harapan untuk memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih dekat bisa segera terwujud. Pemkab Kulon Progo berencana membangun rumah sakit tipe C di Kapanewon Kalibawang. Rencana ini sekaligus menghapus anggapan dikotomi pembangunan wilayah.
"Kulon Progo mendapat jatah Rp 170 miliar untuk pembangunan rumah sakit tipe C di wilayah utara," ucap Bupati Kulon Progo Agung Setyawan saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Sejak awal menjabat pada 20 Februari 2025, Agung bercita-cita bisa memperluas akses layanan kesehatan ke seluruh wilayah. Terutama di wilayah utara. Karena itu, Agung langsung meningkatkan layanan Puskesmas Kalibawang menjadi rawat inap pada 2025. Rencananya, puskesmas ini akan ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit tipe D. Seiring keterbatasan anggaran pemkab.
Seiring waktu berjalan, persisnya pada pertengahan 2026, pemkab juga berinisiasi menjalin komunikasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Juga mengusulkan pembangunan rumah sakit ke kementerian yang dipimpin Budi Gunadi Sadikin itu. Tak dinyana, Kemenkes merespons positif usulan itu. Kemenkes justru mendorong pemkab membangun rumah sakit tipe C. Bukan tipe D. Harapannya, rumah sakit ini tidak hanya melayani warga Kulon Progo. Melainkan juga luar daerah.
Baca Juga: Viral Drama Asmara di Mie Gacoan Medan, Karyawan Bawa Payung Jadi Penyelamat
Bagi Agung, layanan kesehatan sangat penting. Ini termasuk layanan dasar yang dibutuhkan masyarakat. Karena itu pula, pemkab juga terus meningkatkan layanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan (faskes) milik pemkab. Di RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang, misalnya, pemkab terus menambah sarana prasarana. Beberapa status puskesmas ditingkatkan menjadi rawat inap.
Yang tak kalah menarik, pemkab juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) faskes. Belasan dokter umum didorong sekolah lagi untuk mengambil spesialis.
"Kami juga menggandeng akademisi dalam pemenuhan psikolog di puskesmas, " ungkapnya.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko mengungkapkan hal senada. Ambar meminta masyarakat di wilayah utara tak perlu khawatir perihal layanan kesehatan yang memadai. Begitu pula soal layanan kesehatan gratis.
Ambar menekankan, akses kesehatan gratis merupakan hak masyarakat.
Baca Juga: Marc Klok Ungkap Persib Bandung Incar Kemenangan Kedua di ACL Two Lawan The Cong Viettel
"99 persen warga Kulon Progo telah terkaver Jaminan Kesehatan Nasional," tegasnya.
Tingginya angka kepesertaan ini mengantarkan Kabupaten Kulon Progo memperoleh predikat Pratama dalam Universal Health Coverage (UHC) Award 2026. (gas/zam)
Sumber : Radar Jogja