Hipenari Kulon Progo Masuk Lima Besar Karang Taruna Berprestasi Nasional

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:32 WIB
KUNJUNGAN: Pengurus Nasional Karang Taruna mengunjungi Rajendra Farm yang dikelola bersama Karang Taruna Hipenari di Kulon Progo. Dok. Pemkab Kulon Progo
KUNJUNGAN: Pengurus Nasional Karang Taruna mengunjungi Rajendra Farm yang dikelola bersama Karang Taruna Hipenari di Kulon Progo. Dok. Pemkab Kulon Progo

 

Kulon Progo - Karang Taruna Hipenari, Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, berhasil menembus lima besar Kompetisi Karang Taruna Beprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026. Capaian ini berasal dari upaya pengembangan potensi lokal yang selama ini menjadi fokus pengurus karang taruna.

Sekda Kulon Progo Triyono menyampaikan, Karang Taruna Hipenari merupakan perwakilan Kulon Progo yang berhasil menembus jajaran lima besar kompetisi. Tahap selanjutnya, Tim Penilai Kompetisi Karang Taruna Beprestasi akan melajukan virifikasi dan penilaian lapangan. 

Baca Juga: 72 Jam Penanganan, Trans Home Sudah Berstatus Hijau;  Manajemen Pastikan Tidak Ada PHK Karyawan

Agenda penilaian difokuskan di Rajendra Farm, pada Minggu (4/10). "Prestasi dari Karang Taruna Hipenari telah dimulai sejak dulu," ucap Triyono, Minggu (4/10).

Triyono menyampaikan, Karang Taruna Hipenari telah terkenal berprestasi di Bumi Binangun. Lantaran karang taruna ini tak hanya sekedar fokus pada pendirian organisasi. Tetapi, Hipernari memiliki beragam kegiatan yang rutin digelar setiap tahunnya.

Dari sisi keorganisasian, Karang Taryna Hipernari kolaborasi dengan pemerintah kalurahan hingga sektor swasta. Kolaborasi itu menghasilkan beragam program hingga kegiatan karang taruna. Dampak dari aktivitas karang taruna juga dirasakn manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

Baca Juga: Over Kuota! Konsumsi BBM dan LPG Subsidi di DIY, Pemprov Ajukan Tambahan  hingga Akhir Tahun

Karang Taruna Hipenari memiliki orientasi yang berbeda dibanding organisasi lainnya. Lantaran, Hipernari mencoba mengangkat potensi lokal daerah. Kalurahan Ngargosari merupakan daerah perbukitan dengan kekayaan sumber daya alam, seperti teh, cengkeh, hingga vanili. "Satu contoh inovasi yang telah dilakukan, pembuatan lulur dari limbah teh," ungkapnya.

Menangkap potensi lokal, Karang Taruna Hipernari mengupayakan pengolahan teh dari hulu hingga hilir. Tak sampai situ, karang taruna ikut serta menelurkan inovasi terkait pengelolaan limbah teh. 

Biasanya dalam pengolahan teh, limbah kerap terbuang. Namun, kini limbah tersebut justru memiliki nilai ekonomis tersendiri. Pasalnya, limbah teh kini dibuat menjadi produk kecantikan berupa lulur.

Sementara itu, Dewan Juri Penilai Kompetisi Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional Agus Maimun menyampaikan, Karang Taruna Hipenari berhasil masuk lima besar kompetisi. Tahap selanjutnya, tim juri akan melakukan verifikasi lapangan untuk menelurkan juara ataupun tiga besar karang taruna terbaik.

Baca Juga: Prediksi Portugal vs Norwegia: Tuan Rumah Berburu Empat Kemenangan Beruntun

"Kami melakukan inventarisasi, identifikasi, serta menilai apa yang telah dilakukan karang taruna," ungkapnya. Salah satu poin penting penilaian adalah praktik karang taruna di tingkat masyarakat. 

Idealnya karang taruna tak hanya menelurkan inovasi. Namun, turut menjadi pelaku dan menerapkan inovasi yang ada. Termasuk mengukur dampak yang akan dirasakan masyarakat.

Kendati telah masuk ke lima besar, dewan juri yang berasal dari Pengurus Nasional Karang Taruna berharap keberlanjutan program di daerah. Karang Taruna Hipenari diharapkan konsisten dalam berkegiatan serta berkelanjutan. Jika berhasil menerapkan prinsip itu, Hipenari akan menjadi role model karang taruna di Kulon Progo. (laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Karang Taruna Hipenari Sekda Kulon Progo Triyono teh lulur Boks