Pemprov DIY Dorong Lumbung Mataraman Wujudkan Kedaulatan Pangan di Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 16:49 WIB
CEK: Ketua DPRD DIY, Kepala DPKP DIY, Ketua Komisi B DPRD DIY, dan Bupati Kulon Progo meninjau salah satu stand pameran di Jogja Agro Park Kulon Progo. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
CEK: Ketua DPRD DIY, Kepala DPKP DIY, Ketua Komisi B DPRD DIY, dan Bupati Kulon Progo meninjau salah satu stand pameran di Jogja Agro Park Kulon Progo. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

KULON PROGO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menegaskan komitmennya dalam menguatkan program Lumbung Mataraman.

Program ini dirancang bukan sekadar ajang pembagian bibit tanaman secara seremonial, melainkan diupayakan sebagai gerakan mandiri pangan yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY di Jogja Agro Park (JAP), Kulon Progo, pada Jumat (2/10/2026) hingga Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan yang didukung Dana Keistimewaan ini menjadi wadah unjuk hasil dan inovasi pertanian warga.

Baca Juga: Prediksi Skor Prancis vs Italia di UEFA Nations League, Les Blues Akan Hentikan Kebangkitan Azzurri

Gubernur DIY Hamengku Buwono X (HB X), dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Noviar Rahmad, menegaskan bahwa Lumbung Mataraman merupakan langkah nyata menuju kedaulatan pangan.

Menurutnya, cita-cita tersebut harus dimulai dari tingkat kelompok terkecil di masyarakat.

"Lumbung Mataraman tidak semestinya berhenti pada pembagian bibit, pembangunan sarana, atau pembentukan kelompok saja," ujar Noviar saat membacakan sambutan, Jumat (2/10/2026). 

Gubernur HB X meminta program ini memberikan dampak langsung yang dirasakan masyarakat.

Pada tahap awal, Lumbung Mataraman diharapkan mampu memasok kebutuhan pangan keluarga. 

Baca Juga: Prediksi Skor Prancis vs Italia di UEFA Nations League, Les Blues Akan Hentikan Kebangkitan Azzurri

Selanjutnya, program ini dikembangkan sebagai sarana edukasi hingga menjadi pusat ketahanan pangan berbasis potensi lokal, seperti pemanfaatan pekarangan rumah warga.

Dalam pameran ini, sebanyak 10 dari total 25 Lumbung Mataraman di DIY turut ambil bagian menampilkan hasil panen unggulan, seperti melon, bawang merah, produk olahan mie, hingga pupuk organik. Selain itu, 15 Kelompok Wanita Tani (KWT) juga memamerkan hasil pengelolaan lahan terbatas pekarangan mereka.

Gebyar Inovasi ini menyediakan 15 stan pameran yang mencakup bidang pendidikan, teknologi, usaha, dan komunitas. Salah satu inovasi yang menarik perhatian pengunjung adalah metode "sawah palsu", yaitu budi daya padi dalam polybag yang direndam di kolam ikan, sehingga menghasilkan gabah sekaligus ikan.

Rangkaian acara selama dua hari ini juga diisi dengan 15 kegiatan, termasuk lomba olahan pangan lokal tingkat SMK yang menghasilkan aneka produk inovatif dari umbi-umbian, seperti bolu dan pasta.

Kepala DPKP DIY, Aris Eko Nugroho, menyampaikan bahwa 10 kalurahan yang tampil pada pameran ini telah memanfaatkan Dana Keistimewaan dengan baik dan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

Baca Juga:  Sambut HUT Jogja Istimewa ke-270, Jogja Bay Waterpark Hadirkan Promo Tiket Spesial Diskon 50 Persen

Salah satu contoh sukses adalah Lumbung Mataraman Bendungan di Semin, Gunungkidul, yang berhasil menerapkan konsep pertanian terpadu (integrated farm).

Selain memproduksi tanaman pangan dan hortikultura, lokasi tersebut mengintegrasikan peternakan, mengembangkan agrowisata, serta membantu pengentasan kemiskinan dan regenerasi petani.

"Program ini tidak hanya melibatkan Tanah Kasultanan atau Kadipaten, tetapi juga tanah masyarakat yang terbatas agar dapat dioptimalkan," ungkap Aris.

Dipilihnya Jogja Agro Park di Kulon Progo sebagai pusat kegiatan dinilai tepat lantaran kawasan ini sejak awal didesain sebagai penyangga agropolis pendukung Bandara YIA.

Selain sebagai pusat edukasi dan riset inovasi pertanian, JAP menjadi ruang interaksi antarpetani dan masyarakat untuk saling bertukar ilmu. (gas)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Kedaulatan Pangan DIY Pemprov DIY Kulon Progo Jogja Agro Park Lumbung Mataraman