Antusias Warga Senolo Kulon Progo Naik Kereta Api Rail Clinic Ikuti Cek Kesehatan Gratis

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 15:27 WIB
PERIKSA: Warga Kalurahan Sentolo melakukan pengambilan sampel darah dan beberapa tes lain dalam rangkaian kereta api. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
PERIKSA: Warga Kalurahan Sentolo melakukan pengambilan sampel darah dan beberapa tes lain dalam rangkaian kereta api. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

 

RADAR JOGJA - Bagi sebagian orang, cek kesehatan lazimnya dilakukan di puskesmas atau rumah sakit.

Namun, warga Kalurahan Sentolo memiliki kesempatan berbeda untuk cek kesehatan gratis di dalam rangkaian kereta api Rail Clinic.

Kereta api miliki PT KAI itu cukup jarang terlihat di publik.

Lantaran, hanya muncul saat kegiatan bakti sosial ataupun saat peristiwa bencana alam.

Baca Juga: Optimistis Tatap FIFA ASEAN Cup, John Herdman Sebut Talenta Indonesia Siap Jadi Juara 

Pemandangan Stasiun Sentolo tak seperti hari-hari biasa.

Ratusan masyarakat Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo sejak pagi hari telah memadati stasiun yang sebenarnya tak aktif lagi untuk mengangkut penumpang.

Kehadiran warga bukan untuk melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi kereta api, melainkan mengikuti cek kesehatan gratis yang digelar oleh PT KAI Daop 6 Jogjakarta.

Di hari biasa, Stasiun Sentolo hanya dilewati kereta api yang tak bersinggah di sana.

Baca Juga: Manchester United Mulai Siapkan Pengganti Luke Shaw, Bek Crystal Palace Masuk Radar

Namun, sejak pagi hari rangkaian kereta api dengan warna putih dan corak hijau ditambah sirine di atas lokomotif telah terparkir di depan stasiun.

Satu persatu warga mulai memasuki gerbong kereta yang terparkir itu.

Salah satunya, warga Padukuhan Siwalan Bagiman yang memasuki rangkaian kereta untuk melakukan cek kesehata gratis.

"Tadi cek kesehatan, ada tes asam urat, kolesterol dan gula darah, hasilnya baik dan mengambi obat," ucap Bagiman, Kamis (26/9/2026).

Bagiman yang terbiasa melakukan cek kesehatan gratis di rumah sakit cukup antusias dalam kegiatan itu.

Dia, baru pertama kali menjalani cek kesehatan gratis di dalam rangkaian kereta.

Untuk mengikuti kegiatan itu, lansia yang masih kuat berjalan itu harus mendaftar terlebih dahulu di pamong Kalurahan Sentolo.

Setelah terdaftar, warga akan mendapat undangan.

Baca Juga: Serasa 'Match' di Dunia Nyata, Tradisi Cari Jodoh Suku Wodaabe Afrika, Unik No Basa-Basi

Keesokan harinya, warga akan melakukan verifikasi diri sebelum memasuki gerbong Rail Clinic.

Gerbong Rail Clinic memiliki perbedaan dibanding dengan gerbong penumpang.

Pasalnya gerbong tersebut disekat menjadi beberapa ruangan.

Mulai dari ruangan pemeriksaan, poli gigi hingga pengambilan obat.

Setiap ruangan memiliki dokter yang berjaga untuk pemeriksaan.

Bagiman memulai cek kesehatan gratis dengan tiga tes, yaitu tes kolesterol, gula darah, dan asam urat.

Hasil tersebut kemudian disampaikan ke Bagiman.

Dari situ, peserta cek kesehatan gratis bepindah gerbong ke beberapa poli yang diarahkan oleh dokter.

Baca Juga: 276 Siswa dan Orang Tua di Batang Diduga Keracunan MBG, Dapur Penyedia Disetop Sementara

Jika memiliki keluhan pada gigi, peserta diarahkan ke poli gigi.

"Hampir sama pelayanan dengan rumah sakit, jarak antar poli juga tidak jauh," ungkapnya.

Hampir sama dengan rumah sakit, pelayanan Rail Clinic lengkap dengan fasilitas kesehatan.

Salah satu contohnya, poli gigi yang dilengkapi dengan dental set yang kerap ditemui di dokter gigi.

Bahkan dalam poli tersebut dilengkapi, kamera intraoral untuk melihat gigi berlubang.

Kebanyakan peserta yang memeriksakan gigi adalah anak-anak sekolah dasar.

Mereka cukup antusias dalam mengikuti cek kesehatan gratis itu.

Baca Juga: Teaser Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Dirilis, Perjalanan Ale Temukan Harapan Hidup

Selain cek kesehatan gratis, Rail Clinic terdiri dari dua gerbong kesehatan dan dua gerbong kereta pustaka.

Selama menunggu tes kesehatan, anak-anak diajak di dalam kereta pustaka. Gerbong tersebut didesain menjadi perpustakaan berjalan.

Lantaran, banyak buku tersimpan di sana dengan tempat yang nyaman untuk membaca.

Di gerbong pustaka, anak-anak mendapat edukasi kesehatan gigi dengan layar interaktif dan tempat duduk kereta penumpang.

Kegiatan Cek Kesehatan Gratis di Stasiun Sentolo tersebut merupakan bagian dari HUT ke-81 PT KAI.

Baca Juga: Tak Perlu Chat, Tradisi Unik Cari Jodoh di Afrika Ini Cukup Pakai Gerakan

Hal ini disampaikan oleh Manager Humas KAI Daop 6 Jogjakarta Feni Novida Saragih.

Kegiatan di Stasiun Sentolo berfokus ke pemeriksaan kesehatan gratis, penyaluran bantuan kacamata, hingga bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).

PERIKSA: Warga Kalurahan Sentolo melakukan pengambilan sampel darah dan beberapa tes lain dalam rangkaian kereta api. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
PERIKSA: Warga Kalurahan Sentolo melakukan pengambilan sampel darah dan beberapa tes lain dalam rangkaian kereta api. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

"Ada 200 peserta yang mengikuti cek kesehatan dan 50 anak akan mendapat kacamata gratis," ucapnya.

Dalam pelaksanaan cek kesehatan gratis, PT KAI sengaja menerjunkan Rail Clinic.

Rangkaian kereta api tersebut terbilang jarang muncul ke publik.

Pasalnya, Rail Clinic hanya muncul saat kegiatan tertentu.

Bahkan dalam setahun, Rail Clinic hanya muncul sekali dalam kegiatan bakti sosial PT KAI.

Baca Juga: Dorong Produktivitas dan Hilirisasi, Program SDM Sawit 2026 Resmi Dipaparkan di Yogyakarta

Rail Clinic merupakan kereta api koleksi PT KAI yang ditugaskan untuk pelayanan kesehatan dan edukasi.

Beberapa kali Rail Clinic diterjunkan untuk penanganan bencana alam.

Selama bencana alam seperti banjir, rail clinic ditugaskan sebagai fasilitas kesehatan perbantuan. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
Antusias Warga Senolo Naik Kereta Api Rail Clinic Kulon Progo KAI Daop 6 Jogjakarta cek kesehatan gratis