Kuota Penerima Bansos Bertambah, Warga Yang Tak Pernah Dapat Kini Mulai Menerima

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 12:19 WIB
ANTRE: Warga Kalurahan Jatirejo rela berpanasan demi mengambil bantuan sosial berbentuk beras tiga karung - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
ANTRE: Warga Kalurahan Jatirejo rela berpanasan demi mengambil bantuan sosial berbentuk beras tiga karung - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA

KULON PROGO - Jumlah penerima bantuan sosial beras di Kulon Progo mengalami peningkatan. Dampak penambahan kuota penerima ini, membuat sejumlah warga yang belum pernah menerima bansos, kini dapat menerima. Kenaikan kuota penerima bansos ini, diharapkan dapat menyasar penduduk miskin.

Salah satu penerima bantuan sosial beras asal Kalurahan Jatirejo Kapanewon Lendah Istinah menyampaikan, penyaluran bansos telah dilakukan pada Rabu (16/9) lalu.

Penerima sepertinya harus mengambil bansos dari pemerintah pusat itu, di Balai Kalurahan Jatirejo. Saat pengambilan, penerima harus memperlihatkan KTP atau kartu keluarga. Nantinya, petugas Bulog akan melakukan verifikasi dan foto penerimaan bansos.

"Baru pertama kali dapat bansos seperti ini, nantinya berasnya untuk konsumsi sehari-hari," ucap Istinah, Minggu (20/9).

Istinah menyampaikan, tak pernah mendapatkan bantuan sosial berupa beras 30 kilogram. Bantuan tersebut setidaknya, mampu meringankan kebutuhan pokok sehari-hari. Lantaran, dengan situasi ekonomi saat ini harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Beras 30 kilogram untuk alokasi Juli hingga September itu, setidaknya dapat dikonsumsi untuk tiga anggota keluarga selama tiga bulan.

Baca Juga: Preview Bournemouth vs Liverpool: Duel Emosional Andoni Iraola di Vitality Stadium

Penyaluran bansos tahap ini, dinilainya telah tepat sasaran. Pasalnya, beberapa kali tahapan penyaluran, keluarganya tak menerima bansos. Penyaluran tahap ini, menunjukkan keluarga kurang mampu dengan pekerjaan utama buruh tani mendapatkan bantuan untuk meringankan kebutuhan.

Hal serupa juga diungkapkan Buang Wahyudi asal Kalurahan Jatirejo. Pria paro baya itu, rela mengantre sejak pagi hari dengan becaknya untuk mendapatkan bantuan beras. Antuisiasnya mengambil beras bukan tanpa alasan.

Pasalnya, keluarganya tak pernah mendapatkan bantuan beras. Padahal keluarganya hanya hidup dari pekerjaan buruh dan tukang becak.

"Baru pertama kali ini, bansos tahap sebelumnya yang ada minyak juga belum pernah dapat," ungkapnya.

Buang menyampaikan, bansos beras dapat meringankan kebutuhan keluarga. Pasalnya, mata pencahariannya sebagai tukang becak tak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kini dirinya hanyalah buruh kasar untuk menghidupi keluarganya. Pihaknya berharap agar bantuan selanjutnya masuk kategori penerima.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo Drajat Purbadi menyampaikan, bantuan beras merupakan program cadangan pangan dari pemerintah pusat. Bantuan beras serupa juga telah disalurkan pada periode Februari hingga Maret.

Untuk periode terbaru ini, kuota penerima bansos beras mengalami kenaikan sebesar 7.634 penerima.

"Kuota penerima bansos periode ini berjumlah 86 ribu penerima," ungkapnya.

Baca Juga: Preview Leeds United vs Crystal Palace: Prediksi Skor, Kabar Tim, dan Susunan Pemain

Drajat menjelaskan, peningkatan kuota bansos tercatat tersebar di 12 kapanewon. Peningkatan terbanyak di Kapanewon Sentolo dengan jumlah peningkatan 2.395 penerima.

Pihaknya berharap agar bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan oleh keluarga penerima manfaat. Bantuan tesebut diharapkan mampu menunjang kebutuhan keluarga. (gas)

 

Editor : Bahana.
bansos beras kulon progo Kulon Progo Pemkab Kulon Progo Penerima bansos