KULON PROGO - Keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) tak hanya berdampak ke MTS Maarif Jangkaran. Belasan siswa SMP Muhammadiyah 1 Temon turut mengalami gejala keracunan serupa pada Rabu (16/9) lalu.
Salah seorang guru SMP Muhammadiyah 1 Temon berinisial N menyampaikan, gejala keracunan baru kali pertama dirasakan oleh sekolahnya. Awalnya, distribusi MBG dengan jumlah 75 porsi dikirimkan oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) sesuai jadwal.
Pihak sekolah menerima distribusi itu. Namun, sekolah turut menemukan kejanggalan. "Waktu itu, guru merasakan ada aroma berbeda dari biasanya. Saya pun ikut merasakannya," ucap N, Kamis (17/9).
Baca Juga: Saksi Anak dalam Sidang Daycare Little Aresha Picu Perdebatan, Hakim Putuskan Sidang Tertutup
Meski melihat ada kejanggalan dengan makanan tersebut, beberapa guru sempat memakan habis menu MBG. Guru itu tak merasakan kejanggalan ataupun gejala keracunan. Dari situlah menu MBG kemudian dibagikan ke siswa.
Sebelum didistribusikan, guru sempat mengingatkan jika menemukan masalah pada menu, siswa dilarang memakan MBG. Namun setelah semua siswa menerima MBG dan sebagian memakannya, barulah muncul keluhan.
Dari 75 porsi yang dibagikan, hanya beberapa siswa yang memakan menu MBG. Mayoritas siswa tidak memakan menu tersebut. Lantaran merasakan bau tak sedap dari menu itu. Termasuk sebagian besar guru tidak memakan menu MBG tersebut.
"Menunya nasi, sayur labu siam campur bakso, ayam goreng, dan tahu goreng," ungkapnya.
Baca Juga: Kali Pertama sejak Tangani PSIM, Van Gastel Jalani Dua Laga Away tanpa Pulang ke Jogja
Tak selang lama, ada sembilan siswa tiba-tiba merasakan mual dan muntah setelah memakan menu MBG. Gejala itu kemudian dilaporkan ke SPPG penyedia menu MBG. Termasuk menghubungi Puskesmas Temon 1 untuk pemeriksaan kesehatan.
Tim SPPG sempat mendatangi sekolah dan langsung mengambil keputusan penarikan menu yang telah terdistribusi. Jadwal distribusi juga turut dibatalkan. Termasuk penarikan distribusi MBG di MTS Maarif Jangkaran.
Penarikan distribusi MBG dianggap sebagai langkah mitigasi, mengingat terdapat temuan pada menu. Hal ini sempat diungkapkan siswi MTS Maarif Jangkaran Caca Silva. Remaja perempuan itu menjadi korban keracunan, setelah mengonsumsi MBG sekitar pukul 09.30. "Saya sempat makan tapi sedikit, saya juga melihat daging ayam berlendir," ungkapnya.
Baca Juga: Dua Laga Beruntun Jadi Starter, Winger PSIM Riyatno Abiyoso Bidik Kepercayaan Van Gastel Lagi
Caca menjelaskan ia tak memakan semua menu MBG yang disajikan. Walau melihat kejanggalan pada menu, ia tetap memakan jatah MBG-nya. Lantaran saat jam istirahat tak ada pilihan makanan lain, padahal posisinya sedang lapar. Sesaat setelah menyantap MBG, tim SPPG menarik seluruh MBG yang didistribusikan.
Kondisi itu membuat dirinya kaget. Tak selang setelah mengonsumsi MBG, Caca merasakan pusing dan mual muntah. Hal serupa juga terjadi ke beberapa teman kelasnya. Untungnya, gejala keracunan mereda setelah minum obat dari Puskesmas Temon 2. (gas/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja