KULON PROGO - Kasus dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kulon Progo meluas.
Selain melanda MTs Maarif Jangkaran, belasan siswa SMP Muhammadiyah 1 Temon turut mengalami gejala serupa usai mengonsumsi hidangan tersebut pada Rabu (16/9/2026).
Kejadian berawal saat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendistribusikan 75 porsi paket makanan berisi nasi, sayur labu siam bakso, ayam goreng, dan tahu goreng ke SMP Muhammadiyah 1 Temon.
Pihak sekolah sebenarnya sempat mencurigai adanya aroma tak sedap dari makanan tersebut saat pertama kali diterima.
Baca Juga: Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Eropa, Ini Prediksi Skor, Update Tim dan Susunan Pemain
"Saat tiba, guru merasakan ada aroma berbeda dari biasanya. Namun, karena beberapa guru sempat mencicipinya dan tidak merasakan gejala apa pun, makanan akhirnya tetap dibagikan ke siswa," ungkap N, salah seorang guru SMP Muhammadiyah 1 Temon, Kamis (17/9/2026).
Meski telah diimbau untuk tidak menyantap paket jika berbau aneh, sebagian siswa yang lapar tetap memakannya.
Tak berselang lama, sedikitnya sembilan siswa mendadak mengalami pusing, mual, hingga muntah.
Mayoritas siswa dan guru lainnya memilih tidak mengonsumsi sajian tersebut karena bau menyengat.
Baca Juga: Real Betis vs Getafe di La Liga, Ini Prediksi Skor, Update Tim dan Susunan Pemain
Kondisi serupa dialami Caca Silva, siswi MTs Maarif Jangkaran.
Ia mengaku melihat tekstur daging ayam yang disajikan sudah berlendir sebelum dikonsumsi.
"Saya makan sedikit karena lapar dan tidak ada pilihan lain. Tak lama setelah makan, saya merasa pusing dan mual," tutur Caca.
Mendapat laporan tersebut, tim SPPG langsung menarik seluruh paket MBG yang telah terdistribusi di kedua sekolah sebagai langkah mitigasi dan membatalkan jadwal pengiriman berikutnya.
Pihak Puskesmas Temon 1 dan Temon 2 juga bergerak cepat memberikan penanganan medis dan obat-obatan kepada para korban.
Baca Juga: Crystal Palace vs Lech Poznan di Liga Eropa, Ini Prediksi Skor, Update Tim dan Susunan Pemain
Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, total siswa yang bergejala keracunan di MTs Maarif Jangkaran mencapai 29 anak dari 115 porsi yang disalurkan, dengan lima di antaranya sempat mendapatkan perawatan intensif di puskesmas.
Sementara itu, di SMP Muhammadiyah 1 Temon tercatat 12 siswa mengalami gejala keracunan dan seluruhnya telah ditangani oleh Puskesmas Temon 1.
Editor : Meitika Candra Lantiva