KULON PROGO – Kekeringan panjang yang melanda perbukitan Kokap direspon cepat oleh PLN. Bertepatan dengan momen Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026, PLN UID Yogyakarta memlalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan PLN UP3 Sedayu menyalurkan bantuan air bersih untuk warga Dusun Sungapan, Kalurahan hargotirto, Kapanewon Kokap, Kulon Progo.
Bantuan ini menjadi jawaban atas krisis air yang dialami warga selama musim kemarau panjang. Di wilayah perbukitan ini, sumber air warga menyusut dratis hingga tidak mencukupi untuk kebutuhan harian.
Penyaluran dilakukan dengan menggandeng BPBD Kabupaten Kulon Progo yang mengerahkan armada truk tangki untuk mendistribusikan air langsung ke titik-titik pemukiman warga yang paling terdampak. Kolaborasi ini memastikan bantuan tiba tepat sasaran dan merata.
Manager PLN UP3 Sedayu, Andi, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari semangat HPN, yakni kehadiran PLN tidak hanya soal listrik, tapi juga kepedulian sosial.
”Momen HPN ini kami ingin lebih dekat dengan pelanggan. Tidak hanya memberikan layanan kelistrikan yang andal, tapi juga hadir saat warga kesulitan. Air bersih ini adalah amanah dari pegawai PLN yang kami salurkan lewat YBM,” ujar Andi.
Baca Juga: Salah Paham Berujung Pemukulan, Kejari Kota Magelang Tempuh Restorative Justice
Bantuan tersebut disambut haru oleh warga. Dukuh Sungapan, Dwi, mengungkapkan bahwa warganya sudah berminggu-minggu kesulitan air bersih karena sumur mengering dan mata air mengecil akibat kemarau.
”Kami sangat berterima kasih kepada PLN. Bantuan ini sangat membantu, warga kami memang sudah sangat membutuhkan air untuk masak, mandi, dan minum. Alhamdulillah hari ini bisa terpenuhi,” ungkap Dukuh Dwi.
Perlu diketahui, YBM PLN sendiri merupakan lembaga amil zakat resmi yang dikelola oleh pegawai Muslim PLN. Dana yang disalurkan berasal dari potongan zakat, infak, dan sedekah sebesar 2,5% dari penghasilan pegawai setiap bulan, yang kemudian dihimpun dan dikembalikan kepada masyarakat melalui progam kemanuasiaan, pendidikan, hingga tanggap bencana seperti yangdilakukan di Kulon Progo ini.
Melalui progam ini, PLN berharap kehadiran energi tidak hanya menerangi rumah, tapi juga meringkan beban warga di tengah bencana kekeringan.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber