KULON PROGO - Dampak kemarau panjang, warga Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo kesulitan mengakses air bersih.
Mayoritas warga, mengandalkan bantuan droping air bersih yang berasal dari instansi pemerintahan ataupun swasta.
Salah satu bantuan yang menjangkau masyarakat ialah bantuan program droping air bersih dari Kodim 0731 Kulon Progo.
Jagabaya Kalurahan Sidomulyo Sugeng Priyono menyampaikan, kemarau mulai terasa dampaknya sejak tiga bulan terakhir.
Baca Juga: AHM Bawa Pendidikan Vokasi Berstandar Industri ke Ujung Timur Indonesia
Dampaknya, warga yang berada di perbukitan dan tak tersambung PDAM kesulitan mengakses air bersih.
Krisis air bersih di Kalurahan Sidomulyo ditandai sejak penurunan debit air dari pamsimas yang dikelola kelompok masyarakat.
"Sudah tiga bulan kesulitan air bersih, yang terdampak Padukuhan Gondangan, Watu Belah, Pendem, Kemaras, dan Banaran," ucap Sugeng, Selasa (15/9/2026).
Sugeng menjelaskan, lima dari 13 padukuhan di Sidomulyo terdampak krisis air bersih.
Baca Juga: Unik! Krisis Air Bersih di Kulon Progo Paksa Warga Jalani Tradisi 'Sedot Selang'
Rata-rata wilayah terdampak mengandalkan pamsimas untuk kebutuhan air bersih harian.
Namun, kini masyarakat beralih ke distribusi bantuan ait bersih, karena debit air pamsimas menurun.
Dampak kemarau tahun ini menurutnya benar-benar terasa.
Lantaran, dampaknya seperti tahun 2024.
Dua tahun lalu kemarau membuat warga harus mencari alternatif sumber air bersih.
Sama halnya tahun ini, sejak pertengahan tahun warga mulai bergantung dengan bantuan air bersih.
"Kalau tahun lalu kemaraunya pendek, kalau tahun ini hampir sama seperti tahun 2024," ungkapnya.
Baca Juga: Jogja Terasa Makin Panas, BMKG Ungkap Prakiraan Suhu hingga 34 Derajat Celsius
Sugeng menjelaskan, kemarau tahun lalu tak terasa dampaknya, akibat durasinya cukup pendek.
Di samping itu, warga khawatir kemarau diprediksi akan berlangsung hingga akhir tahun nanti.
Jika terjadi seperti itu, maka droping air bersih menjadi jalan satu-satunya.
Kondisi kebutuhan air bersih yang mendesak ini, terlihat saat Kodim 0731 Kulon Progo mengirimkan bantuan air ke Padukuhan Kemaras.
Masyarakat sejak pagi hari menunggu penyaluran air bersih dalam tampungan komunal.
Baca Juga: Ratusan Pelajar di Wamena Demo, Tolak Progam Makan Bergizi Gratis
Babinsa Kalurahan Sidomulyo Pelda Marsyad Al Ganawi menyampaikan, masyarakat Sidomulyo khususnya yang berada di dataran tinggi membutuhkan air bersih.
Lantaran, suplai air bersih yang diambil dari Jatimulyo mengalami penurunan debit.
"Permintaan masyarakat cukup banyak, karena wilayah kami merupakan perbukitan dan sulit akses air bersih," ungkapnya.
Sejauh ini, Kodim 0731 Kulon Progo rutin mendistribusikan bantuan air bersih ke Kalurahan Sidomulyo.
Dalam sehari mereka bisa mengirimkan dua truk tangki berukuran 4 ribu liter.
Setidaknya dengan bantuan air bersih itu, warga dapat menggunakannnya hingga dua atau tiga hari ke depan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva