Tahun Lalu Hanya 26, Tahun Ini BPBD Kulon Progo Telah Distribusikan 222 Tangki Air Bersih

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 06:07 WIB

 

Warga Padukuhan Banaran, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo.
Warga Padukuhan Banaran, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo.

 

                   

KULON PROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo telah menyalurkan bantuan air bersih hingga mencapai ratusan tangki. Jumlah tangki yang didistribusikan ini, menunjukkan parahnya dampak kemarau.


Kepala BPBD Kulon Progo Setiawan Tri Widada menyampaikan, terus memonitoring dampak kemarau. Sejauh ini, dampak kemarau menyebabkan krisis air bersih yang didominasi di wilayah utara Bumi Binangun.

 "Kami telah menyalurkan 222 tangki yang berasal dari dana APBD dan CSR," ucap Setiawan, saat ditemui Radar Jogja, Senin (14/9).

Baca Juga: Panorama Memikat, Banyak Pengendara Berhenti saat Uji Coba Kelok 23, Ditlantas Ingatkan Keselamatan


Setiawan menjelaskan, ratusan tangki tersebut didistribusikan di tujuh kapanewon dari 12 kapanewon yang ada.

Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan jumlah distribusi. Lantaran, di tahun sebelumnya distribusi air bersih hanya 26 tangki. 

Jangkauan distribusi juga lebih meluas. Lantaran, jangkauan menyasar tujuh kapanewon dari 12 kapanewon yang ada. Berbeda dengan tahun lalu yang hanya mencakup tiga kapanewon.

Baca Juga: Ortu Korban Dorong APH Usut Tuntas Kekerasan di Daycare Little Aresha Gedung Utara

 Mayoritas kapanewon sasaran merupakan wilayah Perbukitan Menoreh. Paling banyak droping air bersih di Kapanewon Girimulyo, Kokap, Kalibawang dan Samigaluh. "Terbanyak di Kalurahan Pendoworejo sebanyak 31 tangki," ungkapnya.


Setiawan menyampaikan, dampak kemarau tahun ini lebih terasa. Pasalnya, krisis air bersih mulai dirasakan sejak Juli 2026 hingga tahun ini. 

 Selain itu, prediksi Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menunjukkan kemarau akan terus berlanjut hingga Desember 2026 mendatang.

 Baca Juga: Khawatir Pengaruhi Saksi, Korban Pemerkosaan di Ponpes Sleman Desak Penangkapan Tersangka

Kondisi krisis air bersih ini, menurut warga Padukuhan Grindang Hargomulyo Nurohman wilayahnya merupakan salah satu wilayah terdampak.

Penyebab krisis air bersih tak hanya disebabkan oleh kemarau. Namun, dipengaruhi distribusi air bersih dari Pamsimas yang ikut terdampak.

"Beberapa hari terakhir Pamsimas sering mati, jadi sulit mencari air bersih," ungkapnya. (gas/pra)



Editor : Heru Pratomo
Kekeringan BPBD Kulon Progo tangki air bersih APBD CSR