Kontes Nasional Perebutkan Piala Raja HB X: Usai Kambing Kaligesing, Siap Budidaya Domba Mataraman

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 06:10 WIB
TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETERNAK: Ketua Komisi B DPRD  DIY Andriana Wulandari (tiga dari kiri) dan Kepala DPKP DIY Aris Eko Nugroho (bertopi) b di tengah peserta Kontes Kambing Kaligesing di JAP Kulon Progo, kemarin (13/9).Foto kanan, jalannya kontes yang diikuti peserta dari dalam dan luar DIY.
TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETERNAK: Ketua Komisi B DPRD  DIY Andriana Wulandari (tiga dari kiri) dan Kepala DPKP DIY Aris Eko Nugroho (bertopi) b di tengah peserta Kontes Kambing Kaligesing di JAP Kulon Progo, kemarin (13/9).Foto kanan, jalannya kontes yang diikuti peserta dari dalam dan luar DIY.

KULON PROGO - Kontes Kambing Kaligesing 2026 kembali digelar di Jogja Agro Park (JAP). Lomba tingkat nasional yang didukung dengan dana keistimewaan itu memperebutkan Piala Raja Sri Sultan Hamengku Buwono X. Tak sekadar kompetisi, kontes diadakan sebagai upaya melindungi peternak dan kambing ras Kaligesing.
“Ini sekaligus menjadi momentum menggeliatkan semangat pembudidaya kambing Kaligesing,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Aris Eko Nugroho di sela acara yang berlangsung Minggu (13/9/2026).
Aris menjelaskan, kontes kambing Kaligesing sengaja diadakan di kompleks JAP. Bukan tanpa alasan lokasi di Padukuhan Kemiri, Wijimulyo, Nanggulan, Kulonprogo, itu yang dipilih. Seperti diketahui, JAP merupakan kompleks terpadu sebagai sarana edukasi pertanian bagi masyarakat.

Baca Juga: Dua Kali Kalah di Awal Kompetisi, Huistra: PSS Harus Cepat Adaptasi dengan Kerasnya Super League

Di samping itu, kontes juga mengangkat potensi daerah karena kambing Kaligesing merupakan ras lokal. Kini,mulai dikembangkan di sejumlah wilayah. Menurut Aris,menjamurnya peternakan kambing Kaligesing merupakan manfaat dari budidayanya. Kambing Kaligesing memiliki dua nilai jual. Susu dan dagingnya. Kebanyakan kambing Kaligesing  diambil susunya.
Itu sering ditemui di Perbukitan Menoreh, seperti Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo. Produktivitas susu kambing Kaligesing sekitar 1-2 liter per hari. Ini membuat peternak memperoleh penghasilan tambahan. Saat masuk usia afkir, dagingnya masih dapat dimanfaatkan.
Kontes ini juga memotivasi peternak, penghobi, dan pembudidaya. Kontesmempertemukan  peternak dengan pembeli. Juara-juara kontes biasanya dilirik pembeli dan penghobi. Diincar untuk pembibitan. Nominal harga jualnya mampu meningkatkan kesejahteraan peternak.
Di  luar ras Kaligesing, instansi yang dipimpin Aris tengah mengusulkan penguatan ras lokal lainnya. Ras kambing asli DIY itu diberi nama Domba Mataraman. Prosesnya sekarang berada di tahap penelitian genetik. Bila keluar sertifikat seperti ras Kaligesing, DPKP DIY bakal mempopulerkan. Tujuannya, agar masyarakat memiliki pilihan membudidayakan kambing.

Baca Juga: Dana Terkumpul Rp 19 Juta, Warga Swadaya Bangun Jembatan Cindhe Amoh: Hubungkan Banyuroto-Giripurwo

“Harapannya kalau nanti dikembangkan bisa menjadi daya ungkit peningkatan kesejahteraan,” tandas mantan Paniradya Pati Kaistimewan ini.

Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari juga hadir ke lokasi. Dia mengapresiasi penyelenggaraan kontes karena mengakomodasi peternak di DIY. Harapannya, peternak lokal mampu bersaing dengan peserta lain dari luar daerah. "Kontes ini memotivasi peternak lokal dan menggeliatkan perekonomian masyarakat," ungkapnya.

Wakil rakyat yang akrab disapa Ndari itu menyampaikan, dengan kontes kambing Kaligesing diharapkan dapat meningkatkan kualitas kambing yang dipelihara. Dengan demikian, otomatis hasil yang didapat juga bertambah. “Tentu ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak,” harapnya.

Ndari berpandangan kontes serupa perlu digalakkan. Itu setela dia melihat antusiasme peternak lokal cukup tinggi. Peserta kontes membeludak. Tak hanya dari DIY, tapi juga dari banyak daerah. Ini menunjukan besarnya minat masyarakat beternak kambing Kaligesing. Penyerahan tropi dan hadiah juara kontes dilakukan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan Noviar Rahmad. (gas/kus)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Kambing Ras Kaligesing Kontes Nasional Domba Mataraman kontes kambing budidaya