Ketua Panitia Kontes Kambing Kaligesing Kuatno menyampaikan, kontes kambing kaligesing di DIY merupakan kompetisi terbesar di Indonesia. Lantaran, pada tahun 2026 ini hanya ada satu kompetisi yang diadakan di tingkat nasional. Tahun ini, kompetisi tersebut diselenggarakan di Jogja Agro Park.
"Pendaftaran sampai sekarang masih terbuka karena antusiasnya luar biasa, untuk kategori betina kelas E saja sudah 300 peserta," ucap Kuatno, Minggu (13/9/2026).
Baca Juga: Dua Kali Kalah di Awal Kompetisi, Huistra: PSS Harus Cepat Adaptasi dengan Kerasnya Super League
Kuatno menjelaskan, antusias peserta tahun ini tergolong luar biasa. Pasalnya, kegiatan tahun lalu tak banyak peserta yang mendaftar. Namun, tahun ini dalam satu kategori dan satu kelas berisikan ratusan pendaftar. Terlebih peserta tak hanya berasal dari DIY, tercatat peserta terjauh berasal dari Lumajang, Jawa Timur. Beberapa peserta juga tercatat dari luar Jawa, namun belum sampai di lokasi kontes.
Dalam kontes tersebut terdapat kategori jantan dan betina yang terbagi dalam lima kelas, berdasarkan umur. Setiap kategori dan kelasnya, kambing milik peserta akan dinilai dari 12 parameter. Diantaranya, telinga, pasung, mulut, warna atau pola bulu, kaki, hingga ekor. Beragam penilaian itu, mempertimbang kekuatan hingga keindahan.
"Dari penilaian yang ketat, harapannya akan muncul juara-juara baru," ungkapnya.
Baca Juga: Dana Terkumpul Rp 19 Juta, Warga Swadaya Bangun Jembatan Cindhe Amoh: Hubungkan Banyuroto-Giripurwo
Kuatno menyampaikan, kontes tersebut diharapkan mampu memperlihatkan kualitas peternak. Lantaran, kontes akan memperlihatkan kambing juara. Menurutnya, kambing juara tak hanya sekedar predikat, tapi wujud kemampuan peternak merawat hewan. Di samping itu, predikat juara mampu menaikkan nilai jual kambing. Bahkan di beragam kontes serupa, kambing juara biasanya dibanderol hingga ratusan juta rupiah.
Sementara itu, salah satu peserta dari Blodor Farm Demak Masud menyampaikan, kambingnya berhasil memperoleh predikat juara pertama kategori jantan usia 3 tahun. Kambing yang dimilikinya telah dirawat sejak masih anakan. Untuk meraih predikat itu, kambing kesayangannya harus mendapat perawatan intensif. Mulai dari makanan hingga vitamin khusus untuk pertumbuhan rambut.
"Ini ada perawatan khusus, saya tidak pernah mengukur beratnya tapi posturnya sudah seperti orang dewasa," ungkapnya.
Baca Juga: Prediksi Skor Levante vs Barcelona di La Liga, Blaugrana Incar Kemenangan Keenam Berturut-turut
Masud mengakui, kambingnya memang diternak dalam skala besar. Namun, khusus kambing yang juara akan dijadikan menjadi peliharaan. Lantaran, ada rasa tak enak saat hendak menjual kambing tersebut. Bahkan dirinya sempat menolak tawaran Rp 100 juta hanya untuk menjual kambing yang kini menjadi juara tersebut. (gas)
Editor : Winda Atika Ira Puspita