KULON PROGO - Bencana abrasi di Pantai Trisik, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, kini makin mengkhawatirkan.
Laju pengikisan pantai yang mencapai satu hingga dua meter per tahun tersebut tak hanya menggerus potensi pariwisata, tetapi juga mulai mengancam kawasan pemukiman warga setempat.
Menanggapi situasi krusial ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperinda) resmi mengusulkan pembangunan infrastruktur pemecah ombak (breakwater) kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).
Baca Juga: Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions, Update Tim, Starting XI dan Hasil
Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo Sutarman mengungkapkan, abrasi yang terjadi telah memukul severely sektor pariwisata daerah.
Pantai Trisik yang dulunya memiliki hamparan pasir luas kini terus menyempit, memicu penurunan drastis pada angka kunjungan wisatawan.
"Abrasi Pantai Trisik sangat masif dan menjadi fokus kami, mengingat potensi pariwisata di sana. Kunjungan tertinggi pernah terjadi pada 2015 mencapai belasan ribu orang, tetapi pada 2025 lalu merosot tajam hingga hanya sekitar dua ribuan pengunjung," ujar Sutarman, Kamis (10/9/2026).
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Pantai Glagah dan Congot.
Baca Juga: Polisi Bekuk Residivis Spesialis Curi Kotak Amal di Magelang
Keberadaan pemecah ombak serta bangunan jetty di kawasan tersebut dinilai efektif menahan laju abrasi sekaligus diklaim menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar melalui geliat pariwisata.
Mengingat kewenangan pembangunan fisik berada di tingkat pusat melalui BBWSSO, Pemkab Kulon Progo berharap usulan ini dapat segera terealisasi demi mengamankan garis pantai dan pemukiman warga.
Langkah cepat Pemkab ini turut mendapat dukungan penuh dari pihak legislatif.
Baca Juga: BI DIY dan BI NTB Dorong Peningkatan Kapasitas Wartawan serta Sinergi Daerah
Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin mendorong penanganan abrasi dilakukan secara masif dan responsif.
"Pemkab harus fokus menjawab permasalahan abrasi karena berdampak langsung pada pariwisata hingga kehidupan sosial masyarakat sekitar," tegas Aris.
Aris menambahkan, pengembangan Pantai Trisik memiliki keunggulan strategis karena didukung kemudahan aksesibilitas melalui Jembatan Kabanaran.
Optimalisasi potensi pesisir selatan ini dinilai penting untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor non-pajak tanpa mengorbankan masyarakat. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva