KULON PROGO - Kemarau panjang mulai menyulitkan warga Padukuhan Grindang, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap untuk mendapatkan air bersih. Selama tiga pekan terakhir, pasokan air dari Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tidak mengalir. Warga pun beralih mengandalkan belik yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman.
Salah satu warga Nurohman mengatakan, selama ini kebutuhan air rumah tangga dipenuhi melalui layanan Pamsimas. Namun, kemarau panjang tahun ini membuat pasokan air mengalami gangguan. “Kalau tahun lalu tidak seperti ini, tahun ini karena kemarau panjang,” ujar Nurohman Rabu (9/9).
Baca Juga: 71 Korban Keracunan MBG di Jetis dari Empat Sekolah, Screening 1.300 Penerima Belum Tuntas
Untuk kebutuhan minum, sebagian warga mengandalkan air bersih dari program droping pemerintah. Sementara kebutuhan lain, seperti mencuci dan memasak, dipenuhi dari belik atau sumber mata air alami yang berada tidak jauh dari wilayah tersebut.
Persoalannya, sumber air itu tidak mudah dijangkau. Jaraknya sekitar satu kilometer dari permukiman dengan medan yang cukup terjal. Meski demikian, belik tersebut menjadi tumpuan belasan rumah tangga untuk mendapatkan air selama Pamsimas tidak mengalir.
Setiap hari, Nurohman bersama warga lainnya mendatangi sumber air tersebut. Air diangkut menggunakan galon air mineral dan dibawa dengan sepeda motor. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka harus mengambil hingga belasan galon air.
Kesulitan air juga dirasakan Siti Asiyah. “Tahun ini memang lebih terasa, kalau tahun lalu tidak sampai mencari air di bawah,” keluhnya.
Baca Juga: Patroli Diperkuat! Siapkan Personel Kawal Pilur Serentak di Gunungkidul jelang Coblosan
Siti berharap, persoalan air bersih segera mendapat perhatian pemerintah daerah. Sebab, Hargomulyo merupakan salah satu wilayah yang rawan kekeringan.
Warga sebenarnya memiliki sumber mata air yang masih mampu bertahan di tengah kemarau. Namun, lokasinya cukup jauh dari permukiman sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, warga berharap pemerintah dapat membantu memfasilitasi pemanfaatan sumber air tersebut. Termasuk membangun jaringan distribusi hingga ke permukiman. Dengan demikian, warga tidak perlu lagi menempuh medan terjal setiap hari hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita