KULON PROGO - Krisis air bersih mulai dirasakan warga Padukuhan Papak, Kalirejo, Kokap, Kulon Progo. Sumber air dari penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) yang selama ini menjadi andalan warga mulai mengering. Kini, sekitar 12 kepala keluarga bergantung pada bantuan droping air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga Padukuhan Papak Wahyu Ismadi mengatakan, dampak kemarau mulai terasa sejak awal Juli. Tampungan air dan sumur warga mulai menyusut. Kondisi tersebut masih terbantu dengan layanan pamsimas yang selama ini digunakan warga.
“Sebenarnya air bersih dari sumur masih bisa diambil, tapi harus menunggu empat hari agar debitnya cukup,” ujar Ismadi Rabu (2/9).
Baca Juga: Hasil Perlinsos Digital Disoal Pemkab, 131.491 Keluarga di Sleman Dinilai Tak Layak Dapat Bansos
Menurutnya, sebagian besar sumur warga memiliki kedalaman dangkal. Saat kemarau, debit air cepat menyusut dan membutuhkan waktu empat hingga tujuh hari untuk kembali terisi. Selama itu, warga mengandalkan pamsimas untuk memenuhi kebutuhan air.
Namun, kondisi berubah pada akhir Agustus. Debit air Pamsimas terus mengecil hingga distribusi ke rumah warga akhirnya terputus. Akibatnya, kebutuhan air bersih untuk masak hingga sanitasi 12 KK terganggu.
Warga pun terpaksa mengandalkan distribusi air bersih. “Sudah dua kali ini menerima droping air bersih, kalau tidak dari droping mau mencari air ke mana,” ungkapnya.
Baca Juga: Mie Gacoan Siapkan Gacoan Kuah, Menu Baru Bikin Pelanggan Penasaran
Ismadi mengaku terus mengusulkan bantuan droping karena kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas keluarga. Warga berkoordinasi dengan relawan maupun instansi setempat agar distribusi air dapat dilakukan.
Satu tangki berkapasitas 5.000 liter setidaknya mampu memenuhi kebutuhan air KK terdampak selama tiga hingga empat hari. Namun, kebutuhan tersebut harus kembali dipenuhi apabila pasokan air belum tersedia.
Ketua Umum SAR Sigap Kulon Progo Sulistyawan mengatakan, di Kalurahan Kalirejo, distribusi air bersih telah dilakukan selama dua pekan terakhir. Permintaan bantuan juga terus berdatangan dari sejumlah wilayah. “Berangsur-angsur, permintaan droping air bersih memang banyak masuk,” ungkapnya. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita