KULON PROGO – Pariwisata Kabupaten Kulon Progo mengalami geliat signifikan sepanjang tahun 2026.
Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo mencatat angka kunjungan wisatawan pada periode Januari hingga Juli 2026 menembus 1,8 juta orang, atau melonjak drastis hingga 66 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencatatkan 1,1 juta orang.
Kepala Dinpar Kulon Progo Sutarman mengungkapkan, lonjakan ini dipicu oleh tren daya tarik baru berupa kawasan kafe berkonsep sunset spot di sepanjang garis Pantai Glagah dan Congot, khususnya di area pemecah ombak.
Kepopuleran spot tersebut bahkan sempat viral di media sosial hingga dijuluki warganet sebagai "Kuta Bali-nya Glagah-Congot".
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Indonesia Punya Tiga Spesies Orangutan
"Ada momentum besar yang mengangkat kunjungan wisata, terutama di kawasan pesisir pantai. Kehadiran Yogyakarta International Airport (YIA), berbagai gelaran acara hiburan, serta kreativitas warga lokal yang memadukan keindahan pantai dengan konsep kafe kekinian menjadi daya ungkit utamanya," ujar Sutarman saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2026).
Kenaikan kunjungan ini memberikan angin segar bagi pendapatan daerah.
Sepanjang Januari–Juli 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi wisata telah mencapai Rp 6,33 miliar.
Angka ini melonjak tajam dibanding realisasi PAD periode sama tahun 2025 yang berada di angka Rp 4,51 miliar, sekaligus mendekati target PAD pariwisata 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 7,82 miliar.
Baca Juga: Marak Tambang Berkedok Agrowisata, Pemkab Kulon Progo Perketat Izin dan Rekomendasi Usaha
Kawasan Pantai Glagah dan Congot menyumbang porsi besar dalam tren positif ini.
Pada periode Januari hingga Juli 2026 saja, kunjungan ke Pantai Glagah-Congot sudah menyentuh 466 ribu orang.
Angka ini diprediksi segera melampaui total kunjungan setahun penuh di pantai tersebut pada tahun-tahun sebelumnya, yakni 544 ribu orang (2025), 567 ribu orang (2024), dan 682 ribu orang (2023).
Pertumbuhan pesat pada 2026 ini sekaligus membalikkan tren penurunan pariwisata retribusi Kulon Progo yang sempat mengalami kemerosotan berturut-turut pada tiga tahun sebelumnya, yaitu 943 ribu pengunjung pada 2023, turun menjadi 733 ribu orang pada 2024, dan 714 ribu orang pada 2025.
Sutarman memastikan pihak pemkab akan terus mendampingi para pelaku usaha lokal agar tren pariwisata berbasis kawasan pesisir ini dapat bertumbuh secara berkelanjutan.
Editor : Meitika Candra Lantiva