KULON PROGO - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kulon Progo menggelar Bursa Kerja Inklusif 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Kulon Progo pada Kamis (27/8/2026).
Ajang ini diselenggarakan khusus untuk memperluas akses penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di sektor formal.
Kepala Bidang Penempatan Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnaker Kulon Progo Hardjanto, menegaskan bahwa kelompok difabel memiliki hak setara untuk memperoleh pekerjaan layak.
Mayoritas dari mereka telah berbekal kompetensi serta keterampilan yang memadai.
"Penyandang disabilitas sebenarnya memiliki kemampuan, hanya saja kesempatan kerjanya yang masih minim," ujar Hardjanto di sela-sela acara, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: Arsenal Dapat Angin Segar Kejar Julian Alvarez, Barcelona Mulai Kehilangan Jalan
Melalui bursa kerja ini, Disnaker berupaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang ramah disabilitas, mulai dari penyediaan lowongan, proses rekrutmen transparan, hingga lingkungan kerja yang bebas diskriminasi.
Sebanyak 10 perusahaan, mayoritas beroperasi di wilayah Kulon Progo turut berpartisipasi dengan membuka total 164 lowongan pekerjaan.
Hingga pelaksanaan berlangsung, tercatat sekitar 150 pencari kerja (pencaker) mendatangi lokasi.
Hardjanto mengimbau para pelamar memanfaatkan momentum ini secara optimal dan tidak terlalu memilih-milih posisi, mengingat setiap perusahaan menerapkan kriteria sesuai jenis hambatan fisik maupun sensorik tertentu.
Sebagai contoh, posisi cleaning service umumnya terbuka bagi penderita tuna rungu maupun tuna wicara.
Baca Juga: Prediksi Celta vs Osasuna La Liga, Siapa Yang Berhasil Raih Kemenangan Perdana?
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para pencari kerja, salah satunya Safika Aini (20), warga Kapanewon Wates yang datang didampingi ibunya, Sugiyati (41).
Safika yang mengidap gangguan penglihatan (low vision) mengaku terbantu dengan adanya bursa kerja khusus ini.
"Kami sangat mendukung acara ini karena mencari lowongan kerja khusus disabilitas selama ini sangat sulit," ungkap Sugiyati. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva