Arung Progo Festival 2026 Dimulai, 20 Kontingen Bertanding Sekaligus Kenalkan Wisata Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46 WIB
SIAP: Peserta melakukan pengecekan arus di Sungai Progo tepatnya di sekitar Gerbang Samudra Raksa. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
SIAP: Peserta melakukan pengecekan arus di Sungai Progo tepatnya di sekitar Gerbang Samudra Raksa. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

KULON PROGO - Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulon Progo kembali menggelar ajang olahraga air bergengsi, Arung Progo Festival 2026.

Berpusat di kawasan Gerbang Samudra Raksa, Kalurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang, perhelatan ini resmi dibuka pada Kamis (27/8/2026).

Festival yang menjadi agenda rutin tahunan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) DIY ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Agustus 2026.

Ketua FAJI DIY Agus Langgeng Basuki, mengungkapkan bahwa Sungai Progo dipilih karena memiliki karakter jeram yang menantang dan berstandar internasional.

Baca Juga: Prediksi Fulham vs AFC Wimbledon Carabao Cup, Tekad Bangkit Tim Besutan Arbeloa

Lewat festival ini, pihaknya juga tengah bersiap mengusulkan Kulon Progo sebagai tuan rumah Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027.

"Sungai Progo memiliki jeram yang menantang dan lintasannya berskala internasional. Potensi ini layak menjadi lokasi kompetisi arung jeram tingkat nasional hingga internasional," ujar Langgeng usai pembukaan acara, Kamis (27/8/2026).

Pada edisi tahun ini, sebanyak 20 kontingen dari wilayah DIY, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat turut ambil bagian.

Meski diikuti sekitar 100 peserta, menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 240 peserta akibat bentroknya jadwal festival serupa di daerah lain kompetisi dipastikan tetap berjalan kompetitif.

Baca Juga: Tanah Kasultanan Dimanfaatkan untuk Tanam Tebu, Bantul Kejar Swasembada Gula

Kompetisi mempertandingkan dua cabang olahraga, yakni kayak dan rafting, dengan tiga disiplin lomba: Sprint, Head to Head, dan Down River Race.

Selain itu, panitia merangkul masyarakat umum dan peserta melalui lomba fotografi media sosial untuk mendongkrak promosi pariwisata kawasan Kalibawang.

Dukungan penuh turut disampaikan Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko.

Ia menegaskan bahwa sport tourism seperti arung jeram yang terintegrasi dengan paket wisata paralayang mampu menggerakkan roda ekonomi lokal.

"Jika iklim wisata terbentuk, UMKM hingga masyarakat luas dapat memperoleh keuntungan, mulai dari peningkatan penjualan produk lokal hingga penyewaan homestay," tutur Ambar.

Editor : Meitika Candra Lantiva
Arung Progo Festival 2026 Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) DIY Dinas Pariwisata Kulon Progo wisata kulon progo sungai progo