Hasil Laboratorium, Ayam Barbeku Jadi Penyebab Keracunan MBG di SMPN 3 Wates

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:21 WIB
Kadinkes Kulon Progo Susilaningsih. Anom Bagaskoro/Radar Jogja
Kadinkes Kulon Progo Susilaningsih. Anom Bagaskoro/Radar Jogja

 

KULON PROGO - Kasus keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di SMPN 3 Wates akhir Juli 2026 lalu, terbukti. Hal ini menyusul hasil uji laboratorium yang menunjukkan penyebab keracunan yang berasal dari menu lauk ayam barbeku.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo Susilaningsih menjelaskan, hasil uji laboratorium memakan waktu selama 14 hari. Hasil itu kemudian dianalisis kembali, sebelum ditarik kesimpulan. 

Saat penarikan kesimpulan dinkes perlu memastikan ulang dan pencocokan antara data laboratorium dengan analisis epidemiologi. "Sampel tidak cukup, jadi kami melakukan pemeriksaan laboratorium dengan sampel muntahan dan feses," ucapnya, Kamis (20/8).

Baca Juga: Gempa Bumi Magnitudo 3,6 Guncang DIY, Pusatnya di Tenggara Bantul

Susi menjelaskan, uji laboratorium sempat terkendala dengan sampel makanan yang disimpan SPPG Karangwuni tak sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN). Alhasil, sampel diambil dari muntahan dan feses. 

Hasilnya, keracunan disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus. Bakteri itu menjadi penyebab utama keracunan, karena mendominasi sebagian besar temuan. Bakteri itu menimbulkan gejala mual, muntah, dan diare.

Sampel makanan yang tidak cukup, membuat Dinkes Kulon Progo tak bisa menarik kesimpulan asal bakteri itu. Pihaknya hanya bisa melakukan analisis korelasi atau hubungan antara menu dan hasil lab. 

Baca Juga: Nilai Liverpool Tembus Rp75 Triliun, Naik 15 Kali Lipat Sejak Dibeli FSG

Untuk menganalisis menu, Dinkes melakukan pendekatan epidemiologis dengan analisis multivariat melalui survey dan data primer lain. Pendekatan epidemiologis menunjukkan menu ayam saus barbeku menjadi lauk penyebab munculnya bakteri. 

Peluang lauk ayam terkontaminasi bakteri sebesar 10,47 kali lipat dibanding lauk lainnya. Munculnya bakteri dalam lauk, dapat berasal dari waktu konsumsi yang tak sesuai hingga faktor kontaminasi silang. 

Jika dilihat pola pengolahan, menunjukkan potensi makanan basi dapat terjadi. Lantaran, daging ayam masuk ke SPPG sehari sebelum dikonsumsi dan masuk dalam freezer. Kemudian daging dimasak pada pukul 03.00 dan disajikan sekitar pukul 10.00. "Makanya kami menganjurkan setiap SPPG menunjukkan waktu konsumsi, mencegah makanan basi," ungkapnya.

Baca Juga: Jarang Jadi Starter, Andhika Wijaya Dipinjamkan Bali United ke Klub Super League

Dari hasil uji laboratorium, pihaknya segera membuat laporan ke ketua Satgas MBG Kulon Progo. Tujuannya untuk dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan mitigasi kasus serupa. Termasuk mengirimkan hasil ke BGN agar evaluasi program dapat menyeluruh. Kendati fakta keracunan muncul, pihaknya tak dapat memastikan SPPG dapat beroperasi atau tutup permanen. Lantaran wewenang ada di BGN. (gas/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
SPPG Karangwuni SMPN 3 Wates ayam Badan Gizi Nasional (BGN) Makan Bergizi Gratis (MBG)