Peserta Pawai Kulon Progo Melonjak Drastis akibat Minim Lomba Tingkat Kapanewon

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:51 WIB
MERIAH: Peserta pawai dari sekolah memberikan penampilan baris berbaris di depan panggung. Dokumentasi Pemkab Kulon Progo
MERIAH: Peserta pawai dari sekolah memberikan penampilan baris berbaris di depan panggung. Dokumentasi Pemkab Kulon Progo

KULON PROGO - Peserta lomba pawai tingkat Kabupaten Kulon Progo tahun ini melonjak menjadi 97 peserta dari 67 peserta tahun lalu. Kenaikan tersebut diduga karena minimnya penyelenggaraan pawai di tingkat kapanewon, sehingga sekolah dan peserta memilih mengikuti pawai tingkat kabupaten.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharag (Disdikpora) Kulon Progo Agus Sudarmadi mengatakan, lomba pawai merupakan rangkaian kegiatan Peringatan HUT ke-81 RI. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang mampu mencakup berbagai manfaat.

"Lomba pawai bertujuan menanamkan nilai sportivitas, hingga kedisiplinan," ucap Agus, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: Gap Literasi dan Inklusi Keuangan DIY Masih 22 Persen, OJK Perkuat Edukasi

Agus menjelaskan, nilai kedisipinan dicoba untuk ditanamkan. Lantaran, peserta lomba pawai mayoritasnya pelajar. Lomba pawai menampilkan keahlian bari berbaris yang selama latihannya memberikan pemahaman terkait disiplin dan menumbuhkan jiwa nasionalisme.

Selain itu, pawai mampu menjadi hiburan masyarakat. Lantaran, rute yang ditetapkan sekitar tiga kilometer yang mengelilingi kawasan perkotaan Wates. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dan UMKM sekitar.

Pawai tahun 2026 diklaim lebih meriah. Sebab, terdapat 97 peserta, dibandingkan tahun lalu yang hanya 67 peserta. Banyaknya jumlah peserta ini, membuat panitia memperpendek rute. Tujuannya, agar pawai dapat selesai sebelum pukul 17.00.

Baca Juga: Hadirkan Saksi Ahli, Kubu Reno Sebut Persoalan TKD Gandok Sebatas Pelanggaran Administrasi

"Hanya beberapa kapanewon yang menyelenggarakan pawai, mungkin itu yang jadi penyebab kenaikan jumlah peserta," ungkapnya.

Peningkatan jumlah peserta tergolong drastis. Dugaannya, peserta yang berasal dari sekolah sengaja mengincar pawai tingkat kabupaten. Lantaran, di tingkat kapanewon tidak diadakan. Hanya segelintir kapanewon yang mengadakan pawai.

Informasi yang dikumpulkan Radar Jogja, dari 12 kapanewon hanya ada segelintir penyelenggaraan pawai tingkat kapanewon. Salah satunya Kapanewon Nanggulan yang menyelenggarkan pawai pada Senin (24/8/2026) nanti. Tak banyaknya kapanewon yang menyelenggarakan pawai dikarenakan minimnya anggaran. 

Baca Juga: Hari Pramuka ke-65 DIY Bakal Dihadiri HB X di Alun-Alun Wonosari, Ini Kegiatannya..

"Kebanyakan kapanewon tidak menganggarkan pawai dengan kondisi saat ini, termasuk tidak berani melakukan tarikan," ucap salah satu ASN yang bekerja di pemerintah kapanewon.

Kebanyakan pemerintah kapanewon tak menyelenggarakan pawai tahun ini. Pertimbangannya berkaitan dengan anggaran penyelenggaraan yang tak ditanggung APBD sama seperti tahun sebelumnya.

Di tahun 2025 lalu, sebagian besar kapanewon masih menyelenggarakan pawai dengan dana swadaya. Namun, tahun ini skema tersebut tak berlaku karena ada kekhawatiran tarikan dana pawai menimbulkan gejolak. 

Baca Juga: DPP Kota Jogja Catat 21 Kasus Gigitan Hewan Didominasi Gigitan Anjing, Ada Ancaman Sanksi bagi...

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menjelaskan, pawai merupakan kegiatan yang mampu membentuk generasi bangsa. Lantaran, tak hanya unsur kompetisi yang ditanamkan, tetapi rasa nasionalisme, kedisiplinan, hingga kejujuran menjadi poin penting.

"Kami percaya pawai mampi membentuk generasi yang hebat," ungkapnya. (gas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Peserta Pawai Tingkat Kapanewon\ Kulon Progo melonjak drastis