Krisis Air Bersih Melanda Girimulyo Kulon Progo, Warga Banaran Rela Antre Bantuan Tangki

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:45 WIB
Warga Padukuhan Banaran, Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo, mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih di tengah kemarau panjang, Rabu (19/8). (Guntur Aga/Radar Jogja)
Warga Padukuhan Banaran, Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo, mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih di tengah kemarau panjang, Rabu (19/8). (Guntur Aga/Radar Jogja)

 

RADAR JOGJA - Dampak kemarau panjang terus meluas di Kabupaten Kulon Progo. 

Warga Padukuhan Banaran, Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo, kini terpaksa mengantre demi mendapatkan pasokan air bersih akibat sumber air warga yang kian mengering, Rabu (19/8/2026).

Kondisi tersebut terlihat saat Badan Zakat Nasional (Baznas) mendistribusikan bantuan air bersih di wilayah setempat.

Puluhan warga bahkan telah bersiap menanti kedatangan truk tangki sejak pukul 09.00 WIB.

Proses distribusi sempat mengalami kendala teknis setelah armada tangki tak kuat melintasi Kawasan Tanjakan Bibis.

Namun, usai perbaikan singkat, armada berhasil menembus jalur curam dan penyaluran air dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca Juga: Harga Ayam Broiler di Pasar Argosari Tembus Rp 42 Ribu per Kg, Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli

Salah seorang warga Padukuhan Banaran, Aristin Purnaeni, menuturkan bahwa krisis air bersih telah dirasakan sejak sebulan terakhir.

Kondisi ini memperulit pemenuhan kebutuhan harian warga.

"Setiap musim kemarau kami pasti kesulitan air bersih. Saat ini distribusi dari Pamsimas tersendat karena debit air sumur menyusut drastis, sementara konsumsi warga justru meningkat. Karena rumah saya jauh dari lokasi Pamsimas, pasokan air tidak sampai," terang Aristin.

Ia menambahkan, keterbatasan fisik membuatnya tidak memungkinkan untuk mengambil air langsung dari mata air atau sungai yang lokasinya cukup jauh.

Baca Juga: Ombak Besar, Dua Laka Laut Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul

Warga Padukuhan Banaran, Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo, mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih di tengah kemarau panjang, Rabu (19/8). (Guntur Aga/Radar Jogja)
Warga Padukuhan Banaran, Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo, mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih di tengah kemarau panjang, Rabu (19/8). (Guntur Aga/Radar Jogja)

 

 

Pasokan air dari bantuan tangki ini diperkirakan hanya mampu bertahan untuk kebutuhan tiga hari ke depan. 

Aristin berharap ada solusi jangka panjang dari pemerintah untuk mengatasi ancaman kekeringan tahunan ini.

Sementara itu, Wakil Ketua 2 Baznas Kulon Progo Sugiyanta, menjelaskan bahwa Kapanewon Girimulyo menjadi salah satu wilayah prioritas karena mengalami dampak kekeringan paling parah.

Skema distribusi bantuan bahkan rutin dijadwalkan sepekan sekali untuk Padukuhan Banaran.

Baca Juga: Prediksi Skor Hapoel Be’er Sheva vs Sabah di Playoff Liga Champions, H2h dan Susunan Pemain

"Hari ini kami berkolaborasi dengan Baznas Pusat menyalurkan total 48 ribu liter atau setara delapan armada tangki air bersih," jelas Sugiyanta.

Bantuan puluhan ribu liter air bersih tersebut didistribusikan ke delapan titik di wilayah Kalurahan Pendoworejo, termasuk Padukuhan Banaran dan Krikil.

Pasokan ini ditargetkan dapat memenuhi kebutuhan dasar bagi sedikitnya 200 Kepala Keluarga (KK) selama sepekan ke depan.

Hal senada diungkapkan, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid.

Kehadiran Baznas merupakan tanggapan atas kesulitan warga mendapatkan air bersih.

Baca Juga: Sehari Jelang Tayang, Harusnya Horror Sold Out di Enam Kota, Cast Sapa Penggemar di Jogja

Pihaknya berkomitmen mendistribusikan air bersih ke seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.

"Tim Baznas Tanggap Bencana hadir untuk menyalurkan air bersih ke penerima manfaat secara langsung," ungkapnya.

Selain di DIY, distribusi air bersih telah menyasar di berbagai wilayah. Total 1,5 juta liter air bersih telah disalurkan.

Penerima manfaatnya menyasar 72 desa, 46 kecamatan, 14 kabupaten dan 6 provinsi di seluruh Indonesia.

Baznas turut melakukan penanganan krisi air bersih dengan pembangunan sumur bor di 37 titik sesuai permintaan masyarakat. (gas)



Editor : Meitika Candra Lantiva
Krisis Air Bersih Kulon Progo Kekeringan Girimulyo Bantuan Air Bersih Baznas Pendoworejo Kekeringan Dampak Kemarau Kulon Progo