KULON PROGO - Akses utama menuju kawasan wisata Pantai Trisik kini makin aman dan mulus.
Jembatan Linggan yang terletak di Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, resmi beroperasi kembali setelah rampung dibangun dengan konstruksi yang jauh lebih kokoh.
Proyek penanganan infrastruktur ini dilakukan menyusul kerusakan parah pada pilar struktur jembatan lama sejak 2024 lalu.
Tak hanya membangun ulang jembatan, proyek ini juga menyasar perbaikan dan pelebaran jalan akses di sekitarnya.
Baca Juga: Nelayan Pantai Baron Gunungkidul Tak Melaut, Antar Peserta Upacara HUT RI ke Tengah Laut
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Setiawan Wibowo, mengonfirmasi bahwa pengerjaan Jembatan Linggan yang juga kerap disebut Jembatan Nglinggan telah rampung sepenuhnya sejak Juli 2026.
"Struktur atas jembatan kini menggunakan girder sepanjang 45 meter dengan pondasi bore pile sedalam 16 meter," terang Setiawan, Senin (17/8/2026).
Setiawan menjelaskan, proyek rekonstruksi ini menelan alokasi anggaran APBN sebesar Rp 13,7 miliar yang disalurkan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).
Pengerjaan berlangsung selama delapan bulan, terhitung sejak November 2025.
Baca Juga: Momentum HUT RI, 41 Napi Rutan Kelas IIB Wates Kulon Progo Terima Remisi dan Dua Bebas
Meski berdiri di lokasi yang sama dengan bangunan lama, spesifikasi Jembatan Linggan baru mengalami peningkatan signifikan.
Lebar jembatan kini mencapai tujuh meter, bertambah tiga meter dibanding struktur awal lengkap dengan fasilitas trotoar pedestrian selebar satu meter di kedua sisinya.
Selain itu, posisi badan jembatan ditinggikan menjadi tiga hingga empat meter di atas permukaan air sungai.
Desain baru ini dirancang untuk memperlancar arus lalu lintas kendaraan sekaligus meminimalisir risiko banjir saat debit sungai meluap.
Menariknya, optimalisasi anggaran juga berhasil menyisakan dana.
Baca Juga: Sudah Rekrut Zion Suzuki, Transfer Emiliano Martinez dari Aston Villa ke Juventus KANDAS
Berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, BBPJN memanfaatkan sisa anggaran tersebut untuk melebarkan jalan akses sepanjang satu kilometer dari Jembatan Kabanaran menuju Jembatan Linggan.
Selesainya proyek ini disambut hangat oleh warga setempat. Dukuh Sidorejo, Jaka Samudra, mengungkapkan bahwa hadirnya jembatan baru sangat mempermudah mobilitas harian masyarakat.
"Warga sudah mulai melintas sejak Juli lalu. Dulu sebelum dibangun warga harus lewat jembatan kayu darurat, dan selama proses konstruksi harus memutar sejauh satu kilometer," ungkap Jaka.
Menurut Jaka, dimensi jembatan yang kini jauh lebih lapang memungkinkan dua kendaraan roda empat bersimpangan dengan leluasa dari dua arah berlawanan, tak lagi berdesakan seperti pada kondisi jembatan lama.
Editor : Meitika Candra Lantiva