KULON PROGO - Harga sejumlah komoditas di Pasar Wates mengalami perubahan sepanjang Agustus 2026 ini.
Paling mencolok pada komoditas telur ayam yang mengalami penurunan harga.
Sedangkan harga daging ayam dan sapi justru mengalami kenaikan.
Pedagang Sembako Pasar Wates Sri Indarti menyampaikan, harga sejumlah komoditas mengalami fluktuasi selama Agustus ini.
Salah satunya, komoditas telur ayam negeri yang dibanderol Rp 23 ribu per kilogram.
Baca Juga: Melintas di Jalan Saat Mengendarai Motor, Pria di Maluku Utara Tewas Dililit Ular Piton
"Sempat naik menjadi Rp 26 ribu per kilogram, sekarang turun lagi," ucap Sri, Jumat (14/8/2026).
Sri menjelaskan, selama libur panjang pertengahan tahun harga telur mencapai titik terendah di harga Rp 20 ribu.
Harga tersebut mengalami kenaikan setelah sekolah kembali masuk.
Namun, kembali mengalami penurunan selama dua minggu terakhir.
Penurunan harga telur ayam ini, dipengaruhi melimpahnya distribusi telur.
Padahal daya beli dan minat beli masyarakat cenderung mengalami penurunan.
Baca Juga: Kabar Menggembirakan!!! Borneo FC Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah AFC Challenge League Fase Grup
Hal ini dibuktikan dengan pola pembelian telur di masyarakat. Biasanya, masyarakat membeli telur di kiosnya dengan takaran saty kilogram.
Saat harga turun, pembeli justru tak menambah jumlah pembelian.
Melainkan menurunkan jumlah pembelian menjadi setengah kilogram.
Beda nasib dengan komoditas telur, Pedagang Daging Ayam Pasar Wates Ketut Ikasih justru menyampaikan adanya kenaikan harga.
Harga daging ayam mengalami kenaikan selama seminggu terakhir.
Baca Juga: Spesial Bulan Kemerdekaan, Astra Motor Yogyakarta Hadirkan Program “Pesta Merdeka”
Kini daging ayam dibanderol Rp 42 ribu per kilogram.
"Seminggu lalu masih di harga Rp 35 ribu," ucapnya.
Ika menyampaikan, kenaikan harga dinilai tak biasa.
Pasalnya, tak ada pemicu kenaikan harga yang terlalu mencolok.
Biasanya harga daging ayam mengalami kenaikan saat menjelang momen Lebaran, hingga hari besar keagamaan.
Selain itu, kenaikan biasanya juga dipicu meniat masyarakat yang tinggi.
Baca Juga: Usai Pidato Presiden, Ahmad Luthfi Tegaskan Arah Jateng: Semua untuk Kesejahteraan Rakyat
Namun, saat ini minat dan daya beli masyarakat justru mengalami penurunan.
Hal serupa juga diungkapkan Pedagang Daging Sapi Pasar Wates Yuleha.
Harga daging sapi mengalami kenaikan drastis, kini dibanderol Rp 160 ribu.
Padahal harga normal daging sapi dikisaran Rp 150 ribu per kilogram.
"Dari tukang potong harga daging sapi berpotensi bisan naik lagi," ungkapnya.
Baca Juga: Paspor Lebih dari 10 Tahun Ditangguhkan, Imigrasi Malaysia Siapkan Pengganti Gratis
Yuleha menyampaikan, harga daging sapi dikontrol dari rumah jagal.
Kenaikan harga telah terjadi sejak dari rumah jagal.
Penyebabnya, ialah populasi sapi sembelih yang mengalami penurunan.
Penurunan populasi diduga setelah momen penyembelihan hewan kurban.
Kondisi ini berpotensi membuat harga daging sapi akan naik. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva