Gelombang Tinggi 5 Meter Terjang Perairan Kulon Progo, Nelayan Pantai Trisik Beralih Jadi Petani

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:24 WIB
PERBAIKAN: Giyanto mengisi waktu dengan memperbaiki jaring, berharap setelah gelombang normal dapat langsung dipakai. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
PERBAIKAN: Giyanto mengisi waktu dengan memperbaiki jaring, berharap setelah gelombang normal dapat langsung dipakai. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

KULON PROGO – Gelombang tinggi melanda kawasan perairan selatan Kulon Progo. 

Akibatnya, sekitar 30 nelayan di Pantai Trisik, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, terpaksa menghentikan aktivitas melaut demi keselamatan jiwa.

Salah seorang nelayan Pantai Trisik, Giyanto, mengungkapkan gelombang tinggi sudah terpantau sejak tiga hari lalu.

Puncaknya terjadi pada Selasa (11/8/2026) dengan ketinggian gelombang mencapai empat hingga lima meter.

"Kemarin ada informasi cuaca ekstrem dari BMKG, akhirnya para nelayan sepakat untuk tidak melaut," ujar Giyanto, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: KEPUTUSAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DIY NOMOR 33/K/DPRD/2026

Giyanto menjelaskan, memaksakan melaut saat gelombang tinggi sangat membahayakan keselamatan.

Perahu jenis jiking bermesin rendah milik nelayan berisiko tinggi terbalik saat menerjang ombak besar di bibir pantai.

Selain itu, pasokan bahan bakar yang terbatas membuat nelayan kesulitan kembali ke daratan jika terseret arus hingga ke tengah laut.

Padahal, perairan selatan Kulon Progo saat ini tengah memasuki musim panen beberapa jenis ikan bernilai tinggi, salah satunya ikan gogokan yang dihargai hingga Rp 300 ribu per kilogram.

Namun, karena kondisi alam tak bersahabat, para nelayan memilih mengisi waktu dengan memperbaiki perahu dan jaring tangkap.

Baca Juga: Makam Mertua Djaduk Ferianto Dirusak Juru Kunci Makam Kuncen Lama, Kasus Berakhir Damai

Sebagian nelayan lainnya, termasuk Giyanto, beralih profesi sementara menggarap lahan pertanian cabai di kawasan pesisir yang memasuki masa tanam serentak pada Agustus ini.

Sementara itu, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo, Aris Widiatmoko, menyampaikan bahwa fenomena gelombang tinggi diperkirakan masih bertahan hingga dua hari ke depan.

Pihaknya mengimbau keras agar para nelayan tidak memaksakan diri melaut.

"Kami imbau nelayan tidak memaksakan diri melaut karena sangat berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa," tegas Aris. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
Perairan Kulon Progo Nelayan Pantai Trisik perairan selatan Kulon Progo Kulon Progo gelombang tinggi