KULON PROGO - Tak hanya Pantai Trisik, hampir seluruh pesisir pantai di Kulon Progo menghadapi gelombang tinggi.
Gelombang tinggi terpantau di Pantai Glagah dan Congot.
Namun dampak terparah siklus tahunan ini terjadi di Pantai Trisik.
Kordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo Aris Widiatmoko menjelaskan, gelombang tinggi terjadi di Laut Selatan Jawa.
Dampaknya, ombak berpotensi masuk ke bibir pantai, jauh dari garis pantai di periode biasanya.
Baca Juga: Pengaruh Angin Timuran, BMKG Yogyakarta Prediksi Gelombang Tinggi Bisa Terjadi Hingga Awal September
"Gelombang tinggi memang sudah diprediksi sekitar 3-4 hari lalu, jadi sebagian masyarakat sudah bersiap," ucap Aris, Selasa (11/8/2026).
Aris menjelaskan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi terkait potensi gelombang tinggi.
Selama empat hari ke depan gelombang tinggi diprediksi menghantam pesisir selatan Bumi Binangun, termasuk pantai-pantai di DIY.
Dari informasi BMKG dan pengamatan lapangan, pihaknya memprediksi puncak gelombang tinggi telah terjadi.
Puncak gelombang tinggi terjadi sekitar pukul 06.00 WIB ditandai dengan ombak setinggi lima meter, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: Gejala Kambuh, Tujuh Siswa SMPN 3 Candimulyo Magelang Kembali Dirujuk ke RSUD Merah Putih Gegara MBG
Di Pantai Glagah ombak tinggi membuat air merambah ke bibir pantai sekitar 25 meter dari kondisi normal.
Hal ini juga terjadi hampir di seluruh pesisir pantai Bumi Binangun.
"Puncaknya sudah pagi tadi, semoga kedepannya tidak lagi," ucapnya.
Aris menjelaskan, dua pantai terdampak gelombang tinggi.
Di antaranya Pantai Glagah dan Trisik. Di pantai Glagah, tiga warung terdekat dengan pantai rusak parah.
Lantaran, air laut menerjang hingga ke area warung.
Warga telah mengevakuasi barang-barang warung agar tak tersapu ombak.
Baca Juga: Menjelajahi Wisata Pantai Jungwok Gunungkidul, Ada Kelomang Rumput Laut Hingga Ikan Hias
Selain area pantai, destinasi viral di sepanjang Pantai Glagah Congot juga terpantau gelombang tinggi.
Namun, tak ada dampak siginifikan.
Lantaran terdapat pemecah gelombang di area tersebut.
Dampak paling terlihat justru di Pantai Trisik, kios pedagang mengalami kerusakan fatal dan ambruk.
Dampak gelombang tinggi juga diperparah dengan abrasi pantai yang kian masif.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat pesisir waspada dengan gelombang tinggi.
Baca Juga: Sebanyak 297 Lansia Lulus dari Sekolah Lansia, Wali Kota Magelang Damar Dorong Jadi Sumber Teladan
Terutama bagi pengunjung hingga pemilik usaha di pesisir pantai.
"Ini memang siklus tahunan, tapi harapannya masyarakat tetap berhati-hati," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva