KULON PROGO - Gelombang tinggi melanda pesisir selatan Kulon Progo, Selasa (11/8/2026).
Dampaknya terasa di Pantai Trisik yang menyebabkan kios hingga rumah warga rusak parah akibat abrasi.
Kondisi itu membuat warga sekitar khawatir, mengingat gelombang tinggi diprediksi berlangsung selama tujuh hari.
Pantauan Radar Jogja, terdapat enam bangunan yang terdampak gelombang tinggi.
Baca Juga: Lukaku Segera Pergi, Napoli Siapkan Gabriel Jesus sebagai Pengganti
Di antaranya tiga kios makanan, satu kamar mandi, dan dua rumah warga.
Warga pemilik kios melakukan evakuasi barang-barang, sejak kios dihantam ombak.
Sedangkan, warga yang masih tinggal di sekitar pantai mengungsi ke rumah yang lebih aman.
Salah satu pemilik kios makanan Pantai Trisik Sudarsih menjelaskan, gelombang tinggi menghantam bibir pantai sejak pagi hari.
Baca Juga: Bantul Konser 2026 Dongkrak Ekonomi Warga, Omzet Pedagang UMKM Tembus Jutaan Rupiah
Dampaknya, kios yang dihuni sejak belasan tahun rusak parah.
"Gelombangnya cukup besar tahun ini, kemarin waktu Suro sempat tinggi juga," ucap Sudarsih, saat ditemui Radar Jogja, Selasa (11/8).
Sudarsih menjelaskan, kerusakan dua kios makanan menyebabkan dirinya harus mengevakuasi barang-barang.
Lantaran, ada kekhawatiran gelombang tinggi kembali menghantam pesisir pantai secara meluas.
Informasi yang didapatnya, gelombang tinggi akan terjadi selama sepekan.
Baca Juga: Bukan Manchester United, Adam Wharton Justru Berpeluang Merapat ke Man City
Sementara itu, Personel Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo Rico Bangun menjelaskan, gelombang tinggi terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.
Saat itu, tak ada aktivitas masyarakat di sekitar Pantai Trisik.
Hanya saja, tiga kios pantai, dua rumah warga, dan fasum pantai rusak parah akibat diterpa gelombang tinggi.
"Hari ini mulai terlihat gelombang tinggi, perkiraan 5 meter," ucapnya.
Rico menjelaskan, gelombang tinggi menyebabkan abrasi pantai masif.
Baca Juga: Cristian Romero Makin Dekat Tinggalkan Tottenham, Atletico Madrid Masih Tawar Harga
Gelombang tinggi membuat pesisir pantai abrasi sekitar lima meter.
Menurutnya, gelombang tingi merupakan siklus tahunan.
Sehingga, masyarakat telah siap dengan kondisi itu.
Saat gelombang tinggi, sebagian warga juga telah melakukan evakuasi barang-barang dari kios. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva