49 Sekolah di Kulon Progo Terima Bantuan Revitalisasi Sekolah Senilai Rp 17,9 Miliar dari APBN

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 14:02 WIB

 

RELOKASI: Pekerja proyek membangun sarana SD Negeri Kokap yang mendapat kucuran bantuan dari Pemerintah Pusat. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
RELOKASI: Pekerja proyek membangun sarana SD Negeri Kokap yang mendapat kucuran bantuan dari Pemerintah Pusat. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

 

KULON PROGO – Sebanyak 49 sekolah di Kabupaten Kulon Progo mendapatkan suntikan dana segar dari pemerintah pusat untuk program Revitalisasi Sekolah tahun 2026.

Bantuan bersumber dari APBN dengan total anggaran mencapai Rp 17,9 miliar ini diprioritaskan untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan yang mengalami kerusakan sedang hingga berat.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Wuriandreza Gigih Muktitama, menyampaikan bahwa bantuan ini sangat membantu daerah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan.

Sebab, keterbatasan APBD Kulon Progo belum mampu mengover seluruh perbaikan fasilitas sekolah yang rusak.

Baca Juga: Prediksi Singapura vs Indonesia ASEAN Championship 2026 Malam Ini

"Penerima program revitalisasi sekolah tahun ini berjumlah 49 sekolah, mencakup jenjang TK/PAUD, SD, hingga SMP," ujar Gigih, Jumat (7/8/2026).

Gigih menjelaskan, program revitalisasi tersebut terbagi ke dalam empat kategori, yakni reguler, kebencanaan, aspirasi, dan bantuan presiden (banpres).

Pemetaannya disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Nominal bantuan yang diterima setiap sekolah pun bervariasi, mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Menariknya, mekanisme penyaluran anggaran dilakukan secara langsung dari kas negara ke rekening sekolah penerima.

Sistem pengerjaannya pun menggunakan skema swakelola tanpa melibatkan kontraktor.

Baca Juga: Sindiran Tentang Kondisi Indonesia, Logo HUTke-81 RI Bergambar Sosok Gemuk-Kurus Viral

"Sistem swakelola memberikan keleluasaan bagi pihak sekolah untuk mengatur pelaksanaan pembangunan, termasuk menyediakan tenaga kerja sendiri. Kami di dinas tidak menangani langsung," jelasnya.

Kendati demikian, Gigih mengingatkan seluruh pihak sekolah agar mengelola anggaran pembangunan secara transparan dan bertanggung jawab.

Ia juga mewanti-wanti para kepala sekolah untuk mewaspadai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan aparat penegak hukum atau pejabat tertentu yang mencoba memeras anggaran tersebut.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Kokap, Surohim, mengonfirmasi bahwa sekolahnya menjadi salah satu penerima bantuan revitalisasi kategori kebencanaan.

Baca Juga: Makna Busana Adat Jawa Sanggul dan Beskap dalam Filosofi Kehidupan Masyarakat Urban

Langkah ini diambil lantaran lokasi SDN Kokap sebelumnya terdampak bencana tanah longsor sehingga mengharuskan sekolah direlokasi ke tempat yang lebih aman.

"Kami menerima alokasi bantuan sebesar Rp 2,1 miliar. Seluruh anggaran ini dimanfaatkan untuk membangun gedung sekolah baru di lokasi relokasi," pungkas Surohim. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
revitalisasi sekolah Kulon Progo SDN Kokap Sekolah APBN