70 Siswa SMK Negeri 1 Nanggulan Kulon Progo Diduga Keracunan MBG,  Dikeluhkan Lauk Ayam Masih Mentah

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:00 WIB
PULIH: Siswa SMKN 1 Nanggulan kembali bersekolah meski sempat mengalami mual, muntah hingga diare. Anom Bagaskoro/Radar Jogja
PULIH: Siswa SMKN 1 Nanggulan kembali bersekolah meski sempat mengalami mual, muntah hingga diare. Anom Bagaskoro/Radar Jogja

 


KULON PROGO - Belum genap sebulan, kasus dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) kembali terulang. Kali ini menimpa sejumlah siswa di SMKN 1 Nanggulan, Kapanewon Nanggulan. Dampak keracunan bahkan membuat para siswa absen bersekolah. 

Humas SMKN 1 Nanggulan Hudaini Kurnianto menyampaikan, awalnya dugaan keracunan tak disadari sekolah. Lantaran pada Senin (3/8) malam tak ada keluhan siswa yang mengalami diare hingga mual muntah. Padahal siswa telah mengonsumsi MBG dengan menu sama.

Keanehan muncul saat Selasa (4/8) pagi. "Yang tidak berangkat sekolah kemarin Selasa ada sekitar 20 siswa,"  ungkap Huda saat ditemui di sekolah, Rabu (5/8). 

Baca Juga: Tiga Pengusaha asal Lendah Bangun Jembatan Apung dari Tong Bekas di Atas Sungai Progo, Bisa Hubungkan Dua Kabupaten

Huda menyampaikan, banyaknya siswa yang absen dengan alasan sakit membuat sekolah mulai menaruh perhatian. Setelah ditinjau ulang, puluhan siswa sakit dengan gejala sama, sakit perut, mual, muntah, hingga diare, yang mengarah dugaan keracunan. 

Selain siswa absen, 41 siswa yang masih bersekolah juga mengeluhkan hal yang sama. Puluhan siswa itu mengalami gejala mual muntah serta diare. Saat dikonfirmasi ulang, puluhan siswa itu mengaku telah merasakan gejala sejak malam hari. Sekitar 10 siswa juga mengalami gejala keracunan berat. 

Dari situlah sekolah memutuskan menghubungi Puskesmas Nanggulan. Sebanyak 10 siswa yang mengalami gejala itu akhirnya mendapatkan rawat jalan di puskesmas.  "Satu siswa ada yang dirujuk ke RSUD Nyi Ageng Serang, juga rawat jalan," ujarnya.

Baca Juga: Jadi Korban Laka Lantas, Penantian Anida Warga Gunungkidul Tiga Setengah Tahun Akhirnya Terjawab: Santunan Jasa Raharja Cair

 Setelah kejadian itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia memberhentikan distribusi MBG pada Rabu (5/8) sampai waktu yang tidak ditentukan. Pada Rabu juga masih ada 23 siswa yang absen tidak berangkat sekolah dengan alasan sakit. Diduga siswa masih terdampak keracunan. 

Huda mengaku selama distribusi MBG belum pernah terjadi keracunan. Pelayanan MBG terbilang memuaskan. Sehingga pihak sekolah tidak bisa menyimpulkan dugaan keracunan MBG. Pihak sekolah masih menunggu informasi penyebab keracunan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo. 

Baca Juga: Prediksi Derby Della Madoninna AC Milan vs Inter Milan di Persahabatan Pramusim Rabu 5 Agustus, Siapa Pemenangnya?

Informasi yang dikumpulkan Radar Jogja, MBG disediakan SPPG Janti Mubarok. SPPG ini mendistribusikan menu MBG berupa nasi, ayam goreng atau bakar, tempe kemul, sayur, dan buah pada Senin (3/8) lalu. Diduga lauk ayam menjadi penyebab keracunan. Pasalnya, sejumlah penerima mengeluhkan lauk ayamnya  mentah. (gas/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) RSUD Nyi Ageng Serang keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG)