KULON PROGO - Dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) kembali terjadi, kali ini menimpa siswa SMKN 1 Nanggulan, Kulon Progo.
Belasan siswa dirawat di Puskesmas Nanggulan, pada Selasa (4/8/2026).
Puskesmas Nanggulan juga turut melakukan penelusuran pada kasus dugaan keracunan tersebut.
Baca Juga: Prediksi Chelsea vs Juventus Persahabatan Pramusim Rabu 5 Agustus 2026, Kick Off 18.30 WIB
Kepala Puskesmas Nanggulan Wira Utami Pratiwi menjelaskan, temuan kasus dugaan keracunan berawal dari siswa SMKN 1 Nanggulan yang meminta perawatan ke pihaknya.
Tak hanya satu orang, pusekesmas merawat beberapa siswa dengan gejala serupa.
Dari situ, pihak puskesmas mulai menelusuri jejak keluhan siswa lain.
"Awalnya siang pukul 11.00 Selasa (4/8) siswa ke puskesmas," ucap Pratiwi, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Jateng Tampung 2.692 Siswa, Taj Yasin: Jalan Putus Rantai Kemiskinan
Pratiwi menyampaikan, penelusuran telah dilakukan dan terus berproses.
Hasil sementara menunjukkan 70 siswa SMKN 1 Nanggulan mengalami gejala keracunan.
Di antaranya, mengeluhkan sakit perut, mual muntah, hingga diare.
Dari 70 siswa 17 orang sempat mendapat perawatan di puskesmas.
Perawatan untuk belasan siswa dilakukan untuk meringankan gejala keracunan.
Belasan siswa tersebut, dipastikan mengeluhkan diare.
Baca Juga: Live Sore Ini, Berikut Jadwal Derby Della Madoninna AC Milan vs Inter Milan di Australia
Puskesmas telah melakukan penanganan dengan pemberian obat anti diare.
Di samping itu, Puskesmas Nanggulan hingga kini terus melakukan penelusuran dampak keracunan dengan mendatangi sejumlah sekolah penerima.
"Sejak muncul keluhan siswa, kami segera melakukan investigasi bersama Dinas Kesehatan," ungkapnya.
Sebelum penelusuran dampak keracunan, Puskesmas dan Dinkes telah melakukan investigasi awal ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dari SPPG membeberkan, proses masak menu MBG terbagi dalam dua tahap.
Tahap pertama dianggap normal, karena tak ada temuan gejala. Sedangkan tahap kedua didapati temuan gejala.
Selain mengonfirmasi proses memasak, Dinkes turut mengambil sampel makanan.
Sampel tersebut akan diuji di Laboratorium Kesehatan.
Namun, sampel muntahan hingga kini belum didapat puskesmas.
Lantaran, sampel muntahan tak ditemukan selama proses pemeriksaan.
Baca Juga: Kuba Kembali Gelap Gulita: Krisis Energi Parah Lumpuhkan Jaringan Listrik Nasional
Sementara itu, siswi SMKN 1 Nanggulan Rahayu Putri mengaku, sempat merasakan diare pada Selasa (4/8/2026) dini hari.
Saat di rumah, remaja ini mulai merasakan diare hingga harus bolak-balik ke kamar mandi.
Walau dengan kondisi kurang sehat, Putri tetap memaksakan untuk bersekolah.
"Badannya lemes karena diare, kurang tau penyebab pastinya, sempat makan MBG dan juga ke kantin," ungkapnya.
Siswi kelas 12 itu awalnya menganggap diare sebagai hal lumrah.
Baca Juga: Heboh Kemunculan Ular Piton Raksasa di Kalideres Jakbar, Bikin Warganet Salah Fokus
Namun, saat mengetahui teman sekelas merasakan hal serupa, ia memastikan ada kejadian keracunan.
Tak hanya segelintir siswa yang merasakan, hampir seluruh siswa dalam satu kelas turut merasakan mual muntah, hingga diare.
Hal ini diperkuat dengan absennya satu siswa di kelasnya.
Putri tak bisa berburuk sangka terkai penyebab diare yang dialaminya.
Namun, kuat dugaan penyebabnya ialah menu MBG.
Pasalnya, selama tiga tahun bersekolah, dirinya selalu makan makanan kantin tanpa ada keluhan.
Baru setelah munculnya MBG, Putri mengaku tak cocok dengan menu yang ditawarkan. Terkadang masakan asin hingga hambar. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva