KULON PROGO - Belum genap sebulan, kasus dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di Kulon Progo kembali terulang.
Kali ini menimpa sejumlah siswa di SMK Negeri 1 Nanggulan, Kapanewon Nanggulan.
Dampak keracunan bahkan membuat siswa absen bersekolah.
Humas SMKN 1 Nanggulan Hudaini Kurnianto menyampaikan, awalnya dugaan keracunan tak disadari sekolah.
Baca Juga: Belum Ada yang Aman, Posisi Inti Paskibra Gunungkidul Ditentukan dari Latihan Harian
Lantaran, pada Senin (3/8/2026) malam tak ada keluhan siswa yang mengalami diare hingga mual muntah.
Padahal siswa telah mengonsumsi MBG dengan menu sama.
Keanehan muncul saat, Selasa (4/8/2026) pagi.
Disaat siswa banyak yang absen dengan keluhan yang sama.
"Yang tidak berangkat kemarin Selasa, ada sekitar 20 siswa," ucap Huda, saat ditemui di sekolah, Rabu (5/8/2026).
Huda menyampaikan, banyaknya jumlah siswa absen dengan alasan sakit membuat sekolah mulai menaruh perhatian.
Setelah ditinjau ulang, puluhan siswa sakit mengeluhkan sakit perut, mual muntah, hingga diare, yang mengarah kedugaan keracunan.
Selain siswa absen, 41 siswa yang masih bersekolah juga mengeluhkan hal yang sama.
Puluhan siswa itu, mengalami gejala mual muntah serta diare.
Saat dikonfirmasi ulang, puluhan siswa itu mengaku telah merasakan gejala sejak malam hari.
Sekitar 10 siswa juga mengalami gejala keracunan berat.
Dari situlah, sekolah memutuskan menghubungi Puskesmas Nanggulan.
Baca Juga: Olahan Lele Dongkrak Ekonomi PKK Tegal Domban, Pelatihan Abon dan Nugget Buka Peluang Usaha Baru
10 siswa yang mengalami gejala tersebut, akhirnya mendapatkan rawat jalan di puskesmas.
"Satu siswa ada yang dirujuk ke RSUD Nyi Ageng Serang, juga rawat jalan," ungkapnya.
Setelah kejadian itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia memberhentikan distribusi MBG pada rabu (5/8/2026) sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.
Sedangkan di hari ketiga pasca kejadian, masih terdapat 23 siswa yang absen tak berangkat sekolah dengan alasan sakit.
Diduga siswa masih terdampak keracunan.
Huda mengaku, selama distribusi MBG belum pernah terjadi keracunan.
Pelayanan MBG terbilang memuaskan.
Sehingga, pihak sekolah tak bisa menyimpulkan dugaan keracunan MBG.
Pihak sekolah masih menunggu informasi penyebab keracunan dari Dinas Kesehatan Kulon Progo.
Informasi yang dikumpulkan Radar Jogja, MBG disediakan SPPG Janti Mubarok.
Baca Juga: Nottingham Forest Bidik Gelandang Manchester City Tijjani Reijnders, Siapkan Tawaran Rp1,2 Triliun
SPPG ini mendistribusikan menu MBG berupa nasi, ayam goreng atau bakar, tempe kemul, sayur, dan buah pada Senin (3/8/2026) lalu.
Diduga lauk ayam menjadi penyebab keracunan. Pasalnya, sejumlah penerima mengeluhkan ayam mentah. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva