Mulai Hidup di Asrama, Begini Potret Adaptasi Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 13:54 WIB
MERAPIKAN: Asih mengecek kondisi kamar siswa dan membersihkan asrama yang masih kotor. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
MERAPIKAN: Asih mengecek kondisi kamar siswa dan membersihkan asrama yang masih kotor. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

 

KULON PROGO – Sebanyak puluhan siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kulon Progo mulai menjalani kehidupan baru di asrama sekolah sejak Jumat (31/7/2026).

Proses adaptasi ini diwarnai beragam tantangan kemandirian, mulai dari siswa yang menangis karena rindu rumah hingga kebiasaan mengompol saat tidur.

Plt Kepala Sekolah SR Terintegrasi 1 Kulon Progo, Agus Ristanto, menjelaskan bahwa selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), para siswa dilatih untuk hidup mandiri jauh dari orang tua.

Mereka diajarkan merapikan kamar, mencuci pakaian sendiri, hingga menjaga kebersihan diri.

"Melalui wali asrama, kami membimbing dan mengajari siswa secara perlahan. Jika ada yang belum bisa mencuci atau menggosok gigi, langsung kami dampingi," ujar Agus, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: Chelsea Rampungkan Transfer Prioritas Xabi Alonso, Pep Chavarria Segera Jalani Tes Medis di London

Selain pembiasaan fisik, pihak sekolah juga memberikan pendampingan psikologis.

Agus mengungkapkan, terpisah dari keluarga membuat mental sebagian siswa terguncang.

Kurang dari 10 siswa tercatat menangis dalam tiga hari terakhir karena merindukan suasana rumah dan terbiasa tidur bersama orang tua.

Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah melakukan mediasi dan pendekatan personal.

Siswa diberi kesempatan untuk melakukan panggilan video (video call) dengan orang tua guna mengobati rasa kangen.

Baca Juga: Unik! Hiasan Agustusan di Kalasan Mirip Penjor Bali

Di sisi lain, pembatasan penggunaan gadget yang hanya diizinkan seminggu sekali ditujukan agar siswa lebih banyak berinteraksi dengan sesama teman.

Terkait kendala kebiasaan mengompol dan kebersihan diri, sekolah memilih pendekatan yang menguatkan mental siswa agar tidak merasa malu namun tetap bertanggung jawab.

"Ada yang mengompol, tetapi kami ajari cara membersihkan kasurnya sendiri," tambah Agus.

Ia juga mengimbau agar orang tua tidak terlalu protektif agar proses pembentukan kemandirian anak berjalan optimal.

Baca Juga: Chelsea Sepakat Jual Trevoh Chalobah ke Como, Fabrizio Romano Ungkap Nilai Transfer Capai Rp570 Miliar

Sementara itu, Wali Asrama Asih Suryati membenarkan bahwa tugas mendampingi siswa di awal masa asrama membutuhkan kesabaran ekstra.

Wali asrama berperan sebagai figur orang tua baru yang tak hanya menenangkan anak saat sulit tidur, tetapi juga menanamkan kebiasaan hidup bersih dasar yang belum sempat diajarkan di rumah.

Editor : Meitika Candra Lantiva
Hidup di Asrama Adaptasi Siswa Arama Sekolah Rakyat Kulon Progo potret Sekolah Rakyat Kulon Progo