Sekolah Rakyat Kulon Progo Beroperasi, Siswa Bersemangat Jalani Aktivitas di Asrama Belajar Mandiri Meski Sarpras Belum Maksimal

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 12:58 WIB
TERPAKSA: Siswa Sekolah Rakyat menjemur pakaian di pagar. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
TERPAKSA: Siswa Sekolah Rakyat menjemur pakaian di pagar. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

KULON PROGO - Siswa Sekolah Rakyat (SR) Kulon Progo mulai menunjukkan aktivitasnya di asrama, sejalan dengan sekolah yang mulai beroperasi.

Meskipun sarana dan prasarana SR belum tersedia lengkap, namun siswa tampak bersemangat menjalankan aktivitasnya selama di asrama.

Plt Kepala Sekolah SR Terintegrasi 1 Kulon Progo Agus Ristanto menyampaikan, selama tiga hari tiga malam siswa telah hidup di asrama.

Baca Juga: Sempet Viral Keluhan Diskriminasi Ruang Belajar Agama di Yogyakarta, Begini Tanggapan Disdikpora DIY hingga Terbitkan Surat Edaran

Mereka melakukan aktivias di luar kegiatan belajar secara mandiri.

Kehidupan selama di asrama butuh penyesuaian.

Pihak sekolah mengupayakan agar siswa dapat beradaptasi dengan kegiatan masa pengenalan lingkungan asrama dan sekolah (MPLS).

"Tidak hanya sekolah, pembiasaan asrama juga ditekankan oleh masing-masing guru asuh," ucap Agus, saat ditemui Radar Jogja di kantornya Senin (3/8/2026).

Baca Juga: Bupati Harda Jamin Kemudahan Investasi di Sleman Saat Resmikan Restoran Ramen Halal di Pakuwon Mall Jogja

Agus menjelaskan, kehidupan asrama menekankan kemandirian siswa.

Tentu masih banyak siswa yang membawa kebiasaan dari rumah ke asrama.

Padahal kehidupan asrama harus tertib sesuai SOP dan kesepakatan antar siswa.

Bahkan tata tertib dibuat atas dasar kesepakatan siswa dalam satu kamar asrama.

Baca Juga: Andy Burnham: Gianni Infantino Bukanlah Orang yang Tepat untuk Memimpin FIFA

Kemandirian diwujudkan dengan bangun pagi, memulai kegiatan sejak ibadah subuh, hingga merapikan kamar tidur.

Semua kegiatan itu, dilakukan secara berkelompok di kamar.

Siswa SR turut melakukan kegiatan bersih-bersih.

Walau dengan keadaan, pembangunan belum rampung dan fasilitas minim siswa tetap berkegiatan optimal.

Hal ini dapat dilihat dari kegiatan mencuci pakaian.

Baca Juga: Andy Burnham: Gianni Infantino Bukanlah Orang yang Tepat untuk Memimpin FIFA

Hampir setiap hari, siswa melakukan cuci pakaian di ruangan laundry room setiap asrama. Laundry room itu, ada di setiap asrama dan bersebelahan dengan kamar mandi.

"Bisa dilihat sendiri, fasilitasnya masih fungsional, akhirnya jemur pakaian di pagar," ungkapnya.

Setiap asrama dilengkapi dengan dua laundry room berukuran 5x5 meter.

Selain mencuci pakaian, laundry room digunakan untuk menjemur pakaian.

Baca Juga: Enam Laga Uji Coba PSIM di Agustus Masih Tertutup, Manajemen Sebut Sudah Jadi Kesepakatan Dengan Klub Lawan

Namun, ukurannya yang kecil membuat siswa terpaksa menjemur pakaian di luar ruangan.

Sarpras berupa tiang jemuran tak tersedia untuk memfasilitasi sejumlah pakaian siswa.

Alhasil siswa perlu menjemur pakaian dengan memanfaatkan pagar asrama.

Hal ini dapat dilihat di asrama putra dan putri.

Fasilitas mesin cuci yang biasanya disediakan dalam asrama juga belum tersedia.

Padahal mesin cuci dapat mengatasi permasalahan jemuran yang menumpuk.

Baca Juga: Andoni Iraola Ambil Hikmah dari Kekalahan Liverpool 2-4 atas Leeds United, Babak Kedua Jadi Sorotan

"Walau dengan kondisi ini, kami tetap melakukan pendampingan ke siswa," ungkapnya.

Agus memastikan, keterbatasan fasilitas tak membuat sekolah gentar.

Wali asuh yang menjaga dan mendampingi siswa dalam asrama mengupayakan pendidikan kemandirian dapat diterapkan dengan penuh kedisiplinan.

Setiap harinya wali asuh mendampingi dan mengajarkan cara mencuci pakaian.

Lantaran, masih banyak siswa yang belum akrab dengan cuci pakaian.

Baca Juga: Presiden Trabzonspor Bantah Capai Kesepakatan dengan Mohamed Salah

Hal senada juga diungkapkan Wali Asrama Asih Suryati.

Selama mengawal kehidupan siswa di asrama, perempuan paro baya itu harus menjadi sosok ibu bagi siswa.

Sejak bangun hingga tidur, ia harus menemani siswa.

"Kami mengajari cara menata kamar, mencuci dan pendampingan lain," ungkapnya. (gas)

 

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Sekolah Rakyat Kulon Progo Beroperasi Belajar Mandiri asrama sarpras Sekolah Rakyat Kulon Progo