KULON PROGO - Sekolah Rakyat (SR) Kulon Progo menggelar masa pengenalan lingkungan asrama dan sekolah (MPLAS), Jumat (31/7/2026).
Sekolah memastikan kebutuhan siswa telah dijamin, mulai dari asrama hingga kebutuhan logistik.
Siswa cukup membawa pakaian ganti yang jumlahnya sedikit.
Plt Kepala Sekolah SR Terintegrasi 1 Kulon Progo Agus Ristanto menjelaskan, MPLS awalnya akan digelar pada awal Juli 2026 lalu.
Namun, sejumlah pekerjaan pembangunan yang masih ada membuat jadwal MPLAS mundur.
Baca Juga: Meriahkan HUT RI, Berikut Ide Lomba Seru 17 Agustusan Modal Cup Plastik Dilakukan Secara Kelompok
"Walau masih fungsional, sarpras hingga tendik sudah lengkap," ucap Agus, saat ditemui awak media, Jumat (31/7/2026).
Agus menjelaskan, MPLAS memastikan kegiatan siswa di Kawasan Sekolah Rakyat yang sebagian masih dalam pembangunan.
Terdapat pembatasan aktivitas yang hanya difokuskan di area jenjang sekolah dasar.
Namun, kondisi itu dipastikan tak mengganggu kegiatan siswa.
Pihak sekolah memastikan, seluruh sarpras di dalam asrama telah lengkap.
Baca Juga: Diduga Lewati Marka, Pemotor Asal Rongkop Tewas dalam Tabrakan dengan Pajero di Siyono Gunungkidul
Mulai dari kasur, bantal, hingga lemari pakaian telah terpasang.
Sehingga, siswa SR langsung bisa menginap ke asrama.
Orangtua di hari pertama MPLS, juga diperbolehkan mengantar anaknya untuk melihat asrama.
"Nanti bisa dicek sendiri, sudah bisa untuk tidur, termasuk anak-anak mendapat tambahan beberapa peralatan," ungkapnya.
Agus menjelaskan, di hari pertama MPLS siswa juga menerima bantuan beberapa alat dan kebutuhan logistik.
Alat makan, pakaian ganti, pakaian dalam, hingga perlengkapan mandi telah diterima siswa.
Baca Juga: Akhir Drama Dana Kalurahan Bangunkerto, Carik dan Danarta Resmi Dipecat, Lurah Kena SP2
Kebutuhan logistik itu, memastikan kenyamanan siswa terjaga.
Bahkan pihak sekolah menghimbau agar orangtua siswa tak membekali anak dengan banyak pakaian ganti.
Lantaran, pakaian ganti siswa telah disediakan.
Kepala Dinas Sosial PPPA Kulon Progo Ernawati Sukeksi menjelaskan, selama MPLS berlangsung, pendamping PKH, tagana, personel Dinsos hingga Dinkes disiagakan di lokasi SR.
Lantaran, manajemen SR masih minim SDM dan menunggu rekrutmen pegawai dari Kemensos.
"32 tagana diterjunkan untuk pengamanan hingga pengawasan dapur," ungkapnya.
Baca Juga: Real Madrid Masuk Perburuan Carlos Espí, Striker Muda Levante Jadi Rebutan Klub Premier League
Sejumlah SDM lintas sektor sengaja diterjunkan.
Khusus tagana, ditugaskan di area rawan dan berbahaya untuk mencegah siswa masuk.
Selain itu, ketugasan tagana juga melakukan distribusi makanan siswa yang untuk sementara waktu berasal dari katering. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva