Berawal Dari Berkebun di Galon Bekas, Kalurahan Palihan Terima Predikat Terbaik Dalam Program Ketapangmas

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 17:09 WIB
PANEN: Gusti Putri memetik cabai keriting hasil budidaya TP PKK Kalurahan Palihan. (Dokumentasi Pemkab Kulon Progo)
PANEN: Gusti Putri memetik cabai keriting hasil budidaya TP PKK Kalurahan Palihan. (Dokumentasi Pemkab Kulon Progo)

 

KULON PROGO - Kalurahan Palihan, Kapanewon Temon berhasil memperoleh predikat terbaik dalam Program Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat Menuju Indonesia Emas (Ketapangmas) tingkat DIY.

Predikat ini diraih berkat kegiatan berkebun menggunakan galon bekas yang dilakukan ibu rumah tangga.

Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) DIY GKBRAA Paku Alam X yang akrab disapa Gusti Putri mengapresiasi kemandirian pangan yang diterapkan di Kalurahan Palihan.

Baca Juga: Atasi Kesenjangan Pembangunan, Pemkab Kulon Progo Fokuskan Dana Inpres Jalan Daerah ke Wilayah Utara

Hal ini dapat dilihat, di Padukuhan Kragon II yang mewakili Kalurahan Palihan mengikuti Program Ketapangmas.

Berkat implementasi ketahanan pangan di padukuhan, Kalurahan Palihan mendapat predikat terbaik.

"Hasil panen cabai bisa dibuat untuk aneka sambal, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan keluarga," ucap Gusti Putri, Rabu (29/7/2026).

Program Ketapangmas di Padukuhan Kragon II diwujudkan dengan budidaya tanaman hortikultura yang ditanam di pekarangan rumah.

Baca Juga: Prediksi Górnik Zabrze vs Fenerbahce: Head to Head, Susunan Pemain, dan Prediksi Skor Liga Champions

Jenis tanaman berupa cabai, tomat, hingga sayuran yang kerap dihidangkan di meja makan keluarga.

Hasil budidaya program Ketapangmas dinilai melimpah.

Atas kondisi itu, Gusti Putri meminta agar pengembangan hasil panen turut menjadi perhatian bagi TP PKK Kalurahan Palihan yang menjadi motor penggerak program Ketapangmas.

Menurutnya, kesuksesan program Ketapangmas di tingkat kalurahan tak jauh dari Gotongroyong.

Lantaran, program Ketapangmas jauh dari kata bantuan anggaran dari pemerintah.

Baca Juga: Penjual Bendera Musiman Rampas Hak Pejalan Kaki, Siap-siap Ditertibkan Satpol PP Kota Jogja

Masyarakat justru memiliki peran penting untuk menyukseskan program ini.

Mengingat ketahanan pangan berawal dari keluarga dan masyarakat sekitar.

Kesuksesan Kalurahan Palihan mendapat predikat terbaik tak jauh dari sosok Ketua TP PKK Kalurahan Palihan Eti Martini.

Gerakan ketahanan pangan berbasis masyarakat justru diawali dari hal-hal kecil.

Pemanfaatan pekarangan warga serta mengoptimalkan barang bekas menjadi jalan menuju predikat terbaik.

Baca Juga: Kasus Hukum Keluarga di Gunungkidul Naik 8,89 Persen, Pengadilan Agama: Pertengkaran Terus-Menerus Jadi Pemicu Utama

"Lahan kami terbatas, jadi kami memanfaatkan galon bekas," ucapnya.

Eti menjelaskan, pemanfaatan galon bekas sebagai pot tanaman hortikultura dilakukan untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan.

Di samping itu, perawatan tanaman non sawah memudahkan operasional.

Mengingat program ketapangmas berfokus pada KWT dan PKK sebagai motor penggerak yang didominasi kaum perempuan.

Tentu untuk meraih predikat terbaik, butuh waktu lama.

Baca Juga: Lanjutkan Pengadaan Tanah TKD YIA, Pemkab Kulon Progo Sisir Sisa UGR Ratusan Miliar Libatkan Irda dalam Audit

Proses panjang meliputi pendampingan, dan konsistensi operasional menjadi fokus tersendiri.

Bahkan TP PKK dan KWT di Kalurahan Palihan sengaja memberikan dukungan bibit tanaman, hingga media tanam untuk memberikan semangat pada pelaksanaan program. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
Kalurahan Palihan Program Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat Menuju Indonesia Emas Ketapangmas Kulon Progo temon