KULON PROGO - Sekolah Rakyat (SR) Kulon Progo siap menggelar masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026 mendatang.
Di satu sisi, pembangunan sekolah ini justru belum rampung 100 persen.
Lantaran, sejumlah pekerjaan pembersihan masih menjadi pekerjaan rumah.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Peringatan Tsunami Dikeluarkan untuk Wilayah Kyushu
Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menjelaskan, tim transisi sekolah rakyat telah memastikan kesiapan sarana prasarana sekolah pada Selasa (28/7/2026).
Tim transisi menyatakan SR Kulon Progo siap menerima siswa untuk kegiatan MPLS mendatang.
Namun, terdapat sejumlah catatan yang perlu menjadi evaluasi.
"Kami pastikan agar MPLS berjalan optimal, tapi ada beberapa pembenahan," ucap Triyono, Selasa (28/7/2026).
Triyono menjelaskan, catatan berkaitan dengan sejumlah pekerjaan pembangunan yang masih tersisa.
Baca Juga: Usai Dilaporkan WALHI, Pemkab Gunungkidul Mulai Cermati Dugaan Pelanggaran 13 Industri Wisata
Sisa pekerjaan itu, berupa pembersihan material kerja yang masih berada di sekitar lokasi sekolah rakyat.
Pihaknya meminta agar kontraktor segera membersihkan material sisa pembangunan.
Lantaran, berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Mulai 31 Juli, operasional SR Kulon Progo dimulai.
Hal ini ditandai dengan kegiatan martikulasi untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Baca Juga: Diskominfo Lakukan Investigasi Usai Videotron Melawi Tampilkan Tayangan Tak Pantas
Selama masih ada kegiatan pembangunan, Tim Transisi meminta pengawasan khusus.
Kepala sekolah SR diminta membatasi ruang gerak aktivitas siswa. Khususnya untuk menjauhi wilayah yang berbahaya.
"Jaringan air juga belum tersambung, kemungkinan penyambungan Oktober nanti," ucapnya.
Selain pembangunan yang belum selesai, jaringan air PDAM belum tersambung ke sekolah rakyat.
Berdasarkan jadwal, penyambungan air dilakukan Oktober 2026 dari SPAM Kamijoro.
Baca Juga: Dari Simpati ke Perdebatan, Kasus Pencuri Ayam di Bali Buktikan Opini Netizen Bisa Berbalik Arah
Selama belum tersambung, diatribusi air bersih akan menjadi tanggung jawab PDAM Tirta Binangun.
Setiap harinya PDAM akan mengirimkan satu tanki air bersih yang ditampung ke dalam toren sekolah rakyat.
Jumlah itu diprediksi mampu mencukupi kebutuhan sekolah dan asrama SR Kulon Progo.
Sehingga, secara operasional sarpras dianggap siap dijalankan.
Dari segi tenaga pendidik dan guru, SR Kulon Progo mendapat bantuan dari beberapa pihak.
Mulai dari Pemkab Kulon Progo hingga Balai Dikmen DIY telah menugaskan sejumlah guru sementara.
Dari total kebutuhan 37 guru, baru 35 guru yang siap diterjunkan.
Jumlah ini dianggap cukup untuk mengampu kegiatan belajar mengajar sementara waktu.
Sementara itu, Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian PU Haryo Satriyawan menjelaskan, pembangunan mencapai angka 97 persen.
Masih terdapat pekerjaan perapihan serta pembersihan sekolah rakyat.
Kendati begitu, pihaknya menegaskan SR Kulon Progo siap menjalankan MPLS.
"Bangunan yang digunakan di sekitar area jenjang sekolah dasar," ucapnya.
Haryo menjelaskan, masih terdapat pekerjaan di sejumlah area.
Namun, untuk kawasan asrama dan kelas jenjang SD dipastikan telah selesai pekerjaan.
Sehingga, kawasan ini dapat digunakan untuk MPLS jenjang SD, SMP, dan SMA.
Selama pembangunan belum menyentuh 100 persen, kegiatan siswa difokuskan di area jenjang SD.
Area tersebut dirasa mampu menampung siswa tiga jenjang.
Lantaran, siswa SR Kulon Progo tahun ajaran 2026/2027 berjumlah 314 siswa.
Sedangkan kapasitas ruang kelas atau asrama, mampu menampung 500 siswa. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva