SLB Swasta Sewa di Atas TKD Tak Mudah Direhabilitasi, Wabup Kulon Progo Usul ke Pemprov DIY

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 01:23 WIB

 

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko memimpin upacara bendera di SLB Bhakti Wiyata.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko memimpin upacara bendera di SLB Bhakti Wiyata.

 

 

 

KULON PROGO – Kondisi sekolah luar biasa (SLB) Bhakti Wiyata, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates jadi perhatian Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko.

 Karena meski kekurangan sarana prasarana tak mudah untuk dilakukan perbaikan. Alasannya karena SLB swasta dan bangunan berdiri di atas tanak kas desa (TKD).

Hal itu ditemui Ambar saat bersama jajaran Pemkab Kulon Progo melakukan program kunjungan ke sekolah, Senin (27/7).

Baca Juga: Gencar Sosialisasi, Kebakaran Lahan Masih Berulang: Sebulan 12 Kejadian di 11 Kapanewon

"Ini wujud dukungan kami ke sekolah di Kulon Progo, kedatangan kami juga menjaring masukan dari sekolah," ucap Ambar, saat ditemui awak media setelah kunjungan, Senin (27/7).

Kedatangannya ke SLB Bhakti Wiyata, kata dia, menunjukkan komitmen pemkab mewujudkan pendidikan inklusif. Kehadiran pemkab diharapkan mampu memberikan semangat ke tenaga pendidik dan warga sekolah. Lantaran, SLB Bhakti Wiyata bukan sekolah negeri, tapi menampung puluhan siswa difabel.

Ambar menjelaskan, sekolah menyampaikan kendala dalam pengelolaan sarpras. SLB Bhakti Wiyata mengalami masalah peremajaan bangunan gedung.

Baca Juga: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo Akui Sungai Masih Jadi Tempat Sampah: Ajak Warga Lakukan Ini pada Momentum Hari Sungai Nasional

Pasalnya, sekolah tersebut dibentuk melalui yayasan swasta dan berdiri di lahan sewa TKD. Sehingga, tak mudah meraih program rehabilitasi sekolah, karena status lahan.

Pemkab berupaya memecahkan masalah tersebut, termasuk memberikan solusi terbaik. Walau kewenangan pendidikan khusus ada di tingkat provinsi, pemkab berupaya menyampaikan usulan sekolah ke pemprov. Harapannya, melalui beberapa skema seperti hibah dapat memastikan sarpras sekolah diperbaharui.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB Bhakti Wiyata Tresnaning Putri menjelaskan, sekolahnya butuh revitalisasi. Pasalnya, bangunan sekolah telah berumur belasan tahun dan membutuhkan perbaikan.

Baca Juga: 25 Daerah Terdampak Kemarau, Jateng Sudah Salurkan 6,8 Juta Liter Air Bersih

Selama ini, sekolah telah berupaya mengusulkan sejumlah program rehabilitasi gedung. Namun selalu terkendala masalah persyaratan, khususnya lahan. "Akan ada dorongan dari pemkab agar revitalisasi bisa terwujud," ucapnya.

Tresnaning bersyukur, pemkab melalui kehadiran Wakil Bupati mau berkunjung ke sekolah swasta. Melalui kunjungan itu, sekolah berharap pemkab mau membantu mengurai permasalahan sekolah.

 Terutama kendala rehabilitasi bangunan gedung. Mengingat SLB Bhakti Wiyata menampung 59 siswa yang berasal dari beberapa kapanewon. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
Kulon Progo SLB tkd Ambar Purwoko pemprov