KULON PROGO - Bumi Binangun memasuki musim kemarau yang membuat meningkatnya jumlah kebakaran lahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo mencatat belasan kebakaran lahan sepanjang tahun 2026 ini. Kebakaran lahan disebabkan kelalaian masyarakat.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Kulon Progo Chris Hartanto menjelaskan, awal tahun 2026 kebakaran rumah atau aset warga mendominasi. Namun, pertengahan tahun 2026 kejadian kebakaran mulai bergeser pada lahan.
"Sebulan terakhir ada peningkatan kejadian kebakaran lahan, sebelumnya masih didominasi korsleting listrik," ucap Chris, Minggu (26/7).
Chris menjelaskan, total kejadian kebakaran hingga Juli 2026 ini sejumlah 51 titik kejadian. 51 titik kebakaran ini masih didominasi kebakaran rumah dengan penyebab korsleting listrik. Namun menginjak bulan Juni lalu, kejadian kebakaran lahan mulai meningkat. Kebakaran lahan terus berlanjut hingga Juli 2026, dan diprediksi terus mengalami peningkatan.
Peningkatan kebakaran lahan disebabkan faktor kelalaian masyarakat dan didukung oleh musim kemarau. Masih banyak masyarakat yang nekat melakukan pembakaran lahan untuk membersihkan sampah daun. Hal ini kerap ditemukan pada pekarangan warga yang jauh dari pemukiman. Niat warga membersihkan sampah daun dengan cara membakar. Namun, warga lupa tak mematikan api atau memutus rantai api. Alhasil, api meluas dan merambat ke lahan milik orang lain.
Kebiasaan membuang puntung rokok di sekitaran lahan turut memicu kebakaran lahan. Kemarau yang menyebabkan lahan kering dapat membuat puntung rokok berubah menjadi titik api baru. Kelalaian ini memiliki potensi cukup kecil menimbulkan kebakaran. Namun tetap beresiko menimbulkan kebakaran.
"Kebanyakan memang membakar sampah, tapi ditinggalkan sebelum padam," ungkapnya.
Kebakaran lahan diprediksi akan meningkat selama musim kemarau. Lantaran, akan banyak masyarakat membakar sampah. Di samping itu, udara kering dari musim kemarau semakin menambah potensi kebakaran. Pihaknya terus berupaya menggelar sosialisasi ke masyarakat. Tujuannya, mencegah timbulnya kebakaran.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Damkarmat BPBD Kulon Progo Eko Susanto memastikan pelayanan damkarmat tetap berjalan optimal. Di tengah efisiensi anggaran, pelayanan utama damkarmat, seperti pemadaman kebakaran tetap dilakukan.
"Kami pastikan layanan kedaruratan tetap berjalan walau sedang efisiensi anggaran," ungkapnya. (gas)
Editor : Bahana.