KULON PROGO - Dugaan keracunan yang menimpa siswa SMPN 3 Wates menuai pro-kontra. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangwuni sebagai penyedia makan bergizi gratis (MBG) meminta agar investigasi diarahkan ke kantin sekolah.
SPPG menganggap keracunan bukan berasal dari MBG.
Asisten Lapangan SPPG Karangwuni Fajar Pramono menanggapi kasus keracunan di SMPN 3 Wates diklaim bukan karena MBG. Klaim sepihak ini didasari atas tidak ditemukannya kejadian serupa di sekolah lain yang menerima MBG.
"Hanya SMPN 3 Wates yang mengalami keracunan. Padahal ada 38 sekolah lain," ucap Fajar, Jumat (24/7). Ia menjelaskan, SPPG Karangwuni melayani 38 sekolah dan enam posyandu.
Hanya satu sekolah saja yaitu SMPN 3 Wates yang mengeluhkan keracunan.
Temuan ini diklaim juga oleh wali murid dan siswa yang janggal dengan kejadian keracunan di SMPN 3 Wates. SPPG Karangwuni mengklaim mendapat dukungan dari wali murid untuk melanjutkan program MBG.
Dukungan itu juga mendorong SPPG meminta investigasi mendalam pada kasus keracunan di SMPN 3 Wates. Akhirnya SPPG turut meminta agar investigasi keracunan juga difokuskan ke lingkungan sekolah.
Terutama kantin sekolah yang menyediakan jajanan atau makanan siap santap.
"Proses pengantaran MBG pukul 09.30 dan konsumsi pukul 11.15, ini sesuai dengan permintaan sekolah," ungkapnya.
Fajar menjelaskan, sebenarnya SOP pengantaran MBG sesuai aturan SPPG sekitar pukul 08.30. Namun sekolah meminta pengantaran sekitar pukul 09.30.
Pemilihan waktu itu berdasarkan jam istirahat sekolah kedua sekitar pukul 11.00.
Sekolah juga memiliki tujuan agar kantin sekolah tetap laku walau mendapat MBG. Waktu konsumsi melebihi SOP ini yang diduga menjadi penyebab keracunan.
Baca Juga: Urban Legend Tak Pernah Mati, Cerita Mistis Selalu Hidup Lewat Media Sosial
Di samping itu, SPPG turut menyoroti aktivitas kantin yang menyediakan makanan ke siswa. Jika hendak adil, SPPG mendorong investigasi turut dilakukan pada aktivitas kantin.
Lantaran ada potensi penyebab keracunan yang juga berasal dari kantin.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Susilaningsih mengungkapkan sejumlah dugaan penyebab keracunan di SMPN 3 Wates. Paling mencolok potensi kontaminasi silang.
Lantaran tahapan pengolahan terlalu panjang dan dipengaruhi petugas SPPG yang tak menggunakan APD. "Dari rekaman CCTV, pengolahan tidak mengenakan APD," tandasnya. (gas/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja