KULON PROGO - Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman memberhentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangwuni.
Hal ini sebagai tindak lanjut atas dugaan keracunan siswa SMPN 3 Wates Kulon Progo.
"Berdasarkan data laporan 21 Juli terdapat 27 siswa yang melaporkan gejala, dan sekarang dalam kondisi baik," ungkap Kepala KPPG Sleman Harsono Budi Waluyo dalam rilis resmi KPPG Sleman, Selasa (21/7/2026).
Sebagai pihak yang bertugas mengawal penyelenggaraan program MBG di wilayah DIY dan Jawa Tengah bagian selatan.
Tentunya kejadian ini menjadi perhatian untuk selanjutnya ditindaklanjuti.
Ia pun turut prihatin atas kejadian yang menimpa siswa SMPN 3 Wates.
Sebagaimana tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), KPPG Sleman akan melakukan pengawasan dalam pemenuhan standar keamanan pangan, mutu gizi, higiene, dan sanitasi, sekaligus menyelenggarakan pelayanan program MBG yang berkualitas.
Baca Juga: Nadeo Argawinata Resmi Perkuat Persija Jakarta
Menurutnya, keselamatan dan kesehatan penerima manfaat merupakan prioritas BGN.
Adanya kejadian itu, membuat KPPG Sleman langsung mengambil langkah cepat, sebagai bentuk kehati-hatian, dan perlindungan bagi penerima manfaat MBG.
Sebagai bukti langkah cepat itu, KPPG Sleman memutuskan SPPG Karangwuni dihentikan sementara.
Proses penghentian akan memakan waktu hingga beberapa hari ke depan, sampai proses investigasi dan pemeriksaan selesai dilaksanakan.
Langkah cepat ini, dianggap sesuai prosedur yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Oleh karena itu, operasional SPPG dihentikan sementara," ungkapnya.
Selain penghentian sementara, pihaknya memastikan akan melakukan pendampingan terhadap penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan.
KPPG Sleman turut berkomitmen dalam membantu investigasi penyebab keracunan.
Di antaranya, pengambilan pengujian sampel, hingga pemeriksaan pelaksanaan SOP di tingkat SPPG.
Apabila akan beroperasi lagi, KPPG akan melakukan evaluasi menyeluruh.
Senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo (Dinkes) Kulon Progo Susilaningsih.
Disampaikan bahwa operasional SPPG Karangwuni telah dihentikan sementara.
Dinkes Kulon Progo kini melakukan proses uji laboratorium untuk menemukan penyebab keracunan.
"Uji laboratorium sekitar 14 hari," sebutnya.
Uji laboratorium menggunakan sampel makanan yang diduga meracuni ratusan siswa. Sampel yang tak lebih dari seporsi itu, didapat dari food bank SPPG.
Sampel lain berupa muntahan siswa turut dibawa untuk uji laboratorium. Hingga hasil uji laboratorium belum keluar, penghentian sementara operasional SPPG tidak akan dicabut. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva