Tumpahan Solar Jadi PR Damkarmat Kulon Progo untuk Pembersihan, Semakin Banyak Ditemukan di Jalan Raya

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:49 WIB
SIKAT SAMPAI BERSIH: Personel Damkarmat Kulon Progo membersihkan sisa tumpahan solar dengan air sabun dan disikat. (Dokumentasi BPBD Kulon Progo)
SIKAT SAMPAI BERSIH: Personel Damkarmat Kulon Progo membersihkan sisa tumpahan solar dengan air sabun dan disikat. (Dokumentasi BPBD Kulon Progo)

 

 

KULON PROGO - Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Badan Penanggulan Bencana Daerah (Damkarmat BPBD) Kulon Progo memiliki pekerjaan rumah baru.

Bukan hanya urusan memadamkan api, menangkap ular, membersihkan sarang lebah dan melakukan penyelamatan lainnya apabila dibutuhkan.

Tetapi juga melakukan pembersihan tumpahan solar di jalan raya, bilamana terjadi insiden kecelakaan.

"Fungsi pemadam kebakaran tak hanya soal penanganan api. Lebih dari itu, damkarmat memiliki tugas dalam penyelamatan," ungkap Kepala Seksi Damkarmat BPBD Kulon Progo Chris Hartanto kepada Radar Jogja, Senin (20/7/2026).

Baca Juga: Dukuh Banyon Akan Diberhentikan, Surat Rekomendasi Pemberhentian Telah Diajukan ke Panewu

Menurutnya, pembersihan tumpahan solar menjadi PR bagi instansinya, seiring maraknya temuan solar tumpah di jalan dan menyebabkan jalanan licin.

"Dalam sehari kemarin, ada tiga titik tumpahan solar dan itu membahayakan pengguna jalan," terang pria yang akrab disapa Chris itu.

Chris merinci, tahun ini temuan tumpahan solar di jalan raya semakin meningkat dari tahun lalu.

"Pada tahun 2025 lalu, temuan tumpahan solar tak lebih dari belasan titik. Sedangkan hingga Juli 2026, terdapat 41 titik tumpahan solar," sebutnya.

Baca Juga: Drake Curse Kembali Menjadi Sorotan Setelah Taruhan Sebesar Rp 24 Milyar di Final Piala Dunia 2026 Berujung Kekalahan

Tumpahan solar kebanyakan ditemukan di tikungan tajam.

Kondisi itu menyebabkan potensi bahaya bagi pengguna jalan raya.

Karena kendaraan mudah tergelincir hingga menimbulkan kecelakaan lalu lintas. 

Banyaknya kecelakaan akibat tumpahan solar, membuat Damkarmat dapat memprediksi titik rawan tumpahan solar.

Salah satunya, di Jalan Kemiri selatan Underpass Kemiri.

Karena di sepanjang tahun 2026 sudah terjadi 13 kali tumpahan solar di titik tersebut

"Paling banyak di Jalan Kemiri tepatnya di tikungan, itu sangat rawan kendaraan tergelincir," ungkapnya.

Baca Juga: Lestarikan Warisan Budaya, Dosen UIN Sunan Kalijaga Terlibat Digitalisasi 1.300 Naskah Kuno Keraton Yogyakarta dan Sonobudoyo

Setiap kali ada laporan tumpahan solar, tanpa menunggu ada kecelakaan, Damkarmat Kulon progo mengupayakan pembersihan.

Pembersihan tumpahan solar memakan waktu hingga satu jam. 

Personel Damkarmat harus menyiramkan air dan sabun serta menggosok jalan raya dengan sikat. 

Memastikan permukaan jalan bebas dari minyak.

Sehingga aman bagi kendaraan yang melintas.

Baca Juga: Jadi Tonggak Demokrasi Bangsa, DPC PDI Perjuangan Sleman Refleksi 30 Tahun Peristiwa Kudatuli

Meski kasus tumpahan solar di jalan raya kerap ditemukan, yang menjadi kendala adalah tidak ditemukan kendaraan atau pelaku atas temuan tersebut.

Sehingga hal ini cukup membuat Damkarmat kebingungan. 

Pihaknya menduga tumpahan solar disebabkan oleh kendaraan angkutan yang tutup tangkinya telah aus. (gas) 

Editor : Meitika Candra Lantiva
tumpahan solar di jalan raya tumpahan solar Kulon Progo BPBD Kulon Progo Damkarmat Kulon Progo